Jakarta — TNI mengerahkan personel dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk membantu masyarakat terdampak gempa Magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).

Gempa tersebut mengguncang wilayah sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada Sabtu dini hari.

Jajaran TNI di NTT langsung bergerak membantu proses evakuasi dan penanganan masyarakat terdampak bencana.

Kekuatan tersebut melibatkan personel Kodim 1603/Sikka, Kodim 1612/Manggarai, Kodim 1602/Ende, serta Yonif Teritorial Pembangunan (Yon TP) 834/WM.

Selain itu, Lanal Maumere turut mengerahkan personel untuk mendukung penanganan dampak gempa di wilayah terdampak.

TNI juga menyiapkan berbagai sarana pendukung untuk mempercepat distribusi bantuan, mobilisasi personel, serta pengiriman kebutuhan logistik.

Pesawat Hercules dan kapal perang Republik Indonesia (KRI) disiapkan untuk mendukung operasi kemanusiaan sesuai kebutuhan dan perkembangan situasi di lapangan.

Kapuspen TNI Mayjen TNI Muhammad Nas mengatakan TNI menyiapkan kekuatan alutsista untuk mempercepat penanganan bencana.

“TNI mengerahkan Hercules dan KRI untuk membantu penanganan bencana serta mendukung kebutuhan masyarakat terdampak.”

TNI terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BNPB, BPBD, Basarnas, Polri, dan instansi terkait lainnya.

Koordinasi tersebut bertujuan memastikan proses evakuasi, distribusi bantuan, serta penanganan masyarakat berjalan cepat dan terpadu.

TNI juga menyiagakan personel untuk memberikan bantuan lanjutan sesuai perkembangan kondisi di sejumlah wilayah terdampak gempa.

Pengerahan personel dan alutsista menjadi bentuk respons cepat TNI dalam mendukung keselamatan serta kebutuhan masyarakat setelah gempa mengguncang NTT.

#TNIPrima #TNIRakyat #IndonesiaEmas2045