JAKARTA | Aktivis kritis dari Tanah Betawi Jalih Pitoeng mengajak para pelaku seni budaya dan jawara agar menghadiri acara yang akan di gelar oleh Gerakan Sadar Budaya pada tanggal 23 hingga 25 Oktober mendatang.

Ketua Umum FORMASI (Forum Aliansi Masyarakat Anti Korupsi) sekaligus pendiri Yayasan Pelestarian Seni Budaya (YASBI) yang pernah membongkar kasus korupsi ratusan miliar di dinas kebudayaan DKI Jakarta tersebut memandang sangat penting kehadiran para pelaku seni budaya dan para jawara.

“Ini bukan sekedar acara seremonial dalam memperingati hari Kebufayaan Nasional,” ungkap Jalih Pitoeng pada wartawan, Senin (19/10/2026).

“Tapi lebih kepada membangun sinergitas sesama pelaku budaya dalam melestarikan dan mengembangkan seni dan budaya Indonesia. Dalam hal ini khususnya budaya betawi,” lanjutnya.

“Oleh karena itu, maka marilah acara ini kita jadikan silaturahmi dan diskusi tentang bagaimana merawat dan mengembangkan seni budaya sebagai warisan leluhur kita,” Jalih Pitoeng mengingatkan.

Sebelumnya diketahui bahwa YASBI juga pernah menggelar acara diskusi publik dengan mengusunh tema “Mendengar Jeritan Para Seniman Betawi” di Setu Babakan pada Juni 2025 yang lalu.

Dari diskusi tersebut yang kemudian mencetuskan sebuah gerakan moral kultural yaitu Gerakan Sadar Budaya.

Jalih Pitoeng juga menuturkan bahwa budaya selain merupakan ciri sebuah bangsa, budaya juga merupakan salah satu alat perekat dan pemersatu bangsa.

“Menjaga dan memelihara budaya itu sangat penting. Karena selain budaya merupakan ciri sebuah bangsa, budaya juga merupakan salah satu alat perekat sekaligus pemersatu bangsa,” Jalih Pitoeng menegaskan.

Salah satu penggagas sekaligus ketua umum Gerakan Sadar Budaya, R. Panca Nur yang merupakan penyelenggara acara juga membenarkan agenda tersebut.

“Iye bener kite akan gelar acara tersebut di Lapangan Kostrad Petukangan Selatan,” kata Panca.

“Dan ini merupakan kelanjutan dari perjuangan kita pasca dibongkar dan ditangkapnya Kadis Kebudayaan DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana tahun lalu,” Panca menegaskan.

“Saat itu kite bersama Cing Jalih dkk dengan FORMASI mengungkap kejahatan di dinas kebudayaan yang telah merugikan kita semua,” Panca mengingatkan.

“Terutama bagi para pelaku seni budaya di tanah Betawi,” tegasnya.

“Oleh karena itu, kite selaku penyelenggara mengajak semua elemwn khususnya para pelaku seni budaya, pemerhati serta pencinta budaya untuk hadir dalam mengisi sekaligus memeriahkan acara ini,” pinta Panca penuh harap.

Selaku pendukung sekaligus ketua dewan pembina Gerakan Sadar Budaya, Jalih Pitoeng berharap agar Gerakan Sadar Budaya terus berjuang dalam menyuarakan aspirasi para seniman dan para pelaku seni budaya serta para jawara untuk saling mengisi sekaligus meningkatkan sinergitas dalam menata, membangun dan melestarikan budaya.

“Kita berharap Gerakan Sadar Budaya ini terus menggelorifikasikan aspirasi para pelaku seni budaya demi kemajuan sekaligus kesejahteraan bagi para pelakunya,” pungkas Jalih Pitoeng.