JAKARTA — TNI dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat sinergi pengelolaan sumber daya air melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (28/8/2026).

PKS tersebut mengatur sinergi pelaksanaan program infrastruktur pemerintah di bidang pengelolaan sumber daya air dengan program teritorial TNI.

Penandatanganan dilakukan Kepala Staf Teritorial (Kaster) TNI Letjen TNI Bambang Trisnohadi bersama Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU Arnold A.P. Ritiauw.

Kerja sama itu mencakup dukungan personel, koordinasi kegiatan teknis, serta pertukaran data dan informasi secara terbatas.

Selain itu, kedua pihak sepakat memperkuat pembinaan teritorial TNI serta menyusun dokumen dan laporan pelaksanaan kegiatan.

Irigasi Jadi Penopang Swasembada Pangan

Kaster TNI Letjen TNI Bambang Trisnohadi menilai pembangunan dan pengelolaan irigasi memiliki posisi strategis dalam mendukung agenda swasembada pangan pemerintah.

“Sebagaimana kita ketahui bahwa irigasi ini merupakan program yang strategis. Terlebih dalam asta cita pemerintah sekarang, pemerintah telah mencanangkan swasembada pangan,” kata Bambang.

Menurut dia, jaringan irigasi berperan menghubungkan sumber air dengan lahan pertanian sehingga ketersediaan air dapat mendukung produktivitas sektor pangan.

“Jadi irigasi dalam hal ini mempunyai peran strategis, yaitu untuk menghubungkan akan sumber air ke lahan-lahan pertanian kita,” ujarnya.

Bambang juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap pelaksanaan kerja sama agar program berjalan sesuai sasaran dan memberikan dampak nyata.

Ia mengatakan TNI dan Kementerian PU telah menyepakati pemantauan serta evaluasi program secara berkala.

“Kita juga berharap program ini bisa terus dievaluasi, karena dalam PKS juga disebutkan bahwa kedua pihak telah menyepakati untuk melaksanakan pemantauan dan evaluasi minimal tiga kali dalam setahun,” katanya.

Dorong Ketahanan Pangan Nasional

Sinergi TNI dan Kementerian PU diharapkan memperkuat pembangunan infrastruktur sumber daya air di berbagai wilayah.

Kerja sama tersebut juga diarahkan untuk mendukung ketersediaan air bagi sektor pertanian.

Dengan dukungan infrastruktur air yang lebih baik, pemerintah berharap produktivitas pertanian semakin kuat dan ketahanan pangan nasional meningkat.

Kolaborasi tersebut sekaligus menempatkan program teritorial TNI sebagai salah satu unsur pendukung pelaksanaan pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Pemerintah menargetkan pengelolaan sumber daya air tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga mendukung agenda strategis nasional, terutama pencapaian swasembada pangan.