KOTA BEKASI – Beragam aspirasi disampaikan warga RW 02 dalam kegiatan reses Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi Dariyanto, S.Kom., M.Pd. Politikus Partai Golkar yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Bekasi itu menerima berbagai usulan, mulai dari penambahan insentif kader, pembangunan infrastruktur, hingga penanganan banjir.
Salah satu aspirasi yang mengemuka datang dari kader PKK, Posyandu, dan para ketua RT yang berharap adanya peningkatan insentif seiring bertambahnya beban pelayanan kepada masyarakat.
“Mereka berharap ada tambahan insentif karena beban kerja yang diberikan pemerintah semakin besar. Harapannya tentu ada perhatian lebih terhadap para kader yang selama ini aktif melayani masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, warga juga mempertanyakan kelanjutan renovasi gedung Posyandu yang sebelumnya telah dilakukan pengukuran oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan).
“Renovasi Posyandu itu sudah diukur oleh Disperkimtan. Sekarang masyarakat tinggal menunggu kapan pelaksanaannya. Mudah-mudahan bisa segera direalisasikan,” katanya.
Di sektor infrastruktur, warga RT 02 meminta kepastian realisasi pembangunan saluran drainase dan jalan yang telah diusulkan pada reses sebelumnya.
“Untuk usulan saluran dan jalan itu sudah kami sampaikan. Insyaallah programnya masuk pada tahun anggaran 2027,” jelasnya.
Persoalan banjir juga masih menjadi perhatian masyarakat. Warga RT 08 mengusulkan pembangunan turap karena luapan kali yang melintasi RT 08 dan RT 11 masih kerap menggenangi permukiman saat hujan deras.
“Mudah-mudahan pada perubahan anggaran nanti kami bisa memperjuangkan agar pembangunan turap tersebut dapat terealisasi,” tuturnya.
Menurutnya, pembangunan drainase yang telah dilakukan mulai menunjukkan hasil karena genangan air kini lebih cepat surut dibanding sebelumnya. Meski demikian, pemerintah tetap perlu mengantisipasi potensi backwater atau aliran balik dari saluran induk yang dapat memicu banjir.
Warga juga mengusulkan penyediaan fasilitas umum di kawasan perkampungan yang masih minim ruang publik. Namun, pengadaan lahan dinilai membutuhkan proses karena Pemerintah Kota Bekasi saat ini masih memprioritaskan pembebasan lahan untuk pembangunan flyover.
Menutup kegiatan reses, ia berharap seluruh aspirasi masyarakat dapat direalisasikan secara bertahap sehingga mampu meningkatkan kualitas infrastruktur, pelayanan publik, serta kesejahteraan warga.
“Harapan kami bukan hanya persoalan banjir yang bisa ditangani, tetapi juga kesejahteraan masyarakat meningkat, pelayanan Posyandu semakin baik, dan warga RW 02 tetap kompak membangun lingkungannya,” pungkasnya.