Bekasi – Upaya pemerintah dalam menghadirkan layanan transportasi yang ramah bagi petani dan pedagang kembali menunjukkan hasil nyata. Kereta khusus petani–pedagang resmi beroperasi di lintasan Rangkasbitung–Merak mulai 1 Desember 2025, sebuah langkah yang disambut positif oleh masyarakat karena dinilai mampu mempermudah pergerakan hasil bumi di wilayah Banten.

Kebijakan ini dinyatakan langsung oleh pihak pemerintah daerah yang menegaskan bahwa fasilitas tersebut disediakan untuk membantu mobilitas para petani dan pedagang kecil agar distribusi barang menjadi lebih cepat dan ekonomis. “Kami ingin memberikan ruang yang lebih baik bagi kelompok usaha kecil yang selama ini mengandalkan angkutan darat dengan biaya tinggi,” ucap salah satu pejabat pengelola program tersebut.

Ia menjelaskan, pengoperasian kereta khusus ini tidak hanya memberikan kemudahan akses, tetapi juga menghadirkan kenyamanan dan keamanan dalam mengangkut komoditas pertanian. “Dengan sarana ini, petani bisa membawa hasil panen dalam jumlah lebih banyak tanpa khawatir soal biaya angkut yang membengkak,” jelasnya.

Menurutnya, jalur Rangkasbitung–Merak dipilih karena merupakan lintasan utama yang setiap harinya digunakan masyarakat untuk aktivitas ekonomi. Pengoperasian kereta secara reguler juga diharapkan meningkatkan efisiensi logistik di daerah-daerah sentra pertanian. “Kami melihat potensi besar di rute ini. Kehadiran kereta petani–pedagang menjadi solusi yang langsung menyentuh kebutuhan mereka,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menambahkan bahwa fasilitas ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap sektor riil. Program tersebut diharapkan menjadi contoh bagaimana layanan transportasi publik bisa mendorong produktivitas masyarakat. “Ini bukan hanya sarana angkut, tetapi bentuk dukungan terhadap roda ekonomi kecil agar terus bergerak,” pungkasnya.