(Diksiber Jakarta) – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menegaskan perluasan akses pendidikan hingga menjangkau daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) menjadi strategi penting untuk mempercepat pemberdayaan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Muhaimin saat Penandatanganan Kerja Sama dan Peluncuran Beasiswa 500 Kader Pemberdayaan Masyarakat di Kantor Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Jakarta, Selasa (30/6/2026).
“Pada pagi hari ini kita semua menyaksikan sebuah langkah penting MoU yang sangat kita harapkan menjadi bagian upaya kita memberikan akses pendidikan, terutama pedesaan dan saya harapkan diprioritaskan pedesaan-pedesaan yang jauh tertinggal, terutama 3T yang jadi prioritas. Karena dari sana kita bisa mengatasi sekaligus pemberdayaan, sekaligus kualitas hidup dan kemajuan desa kita,” kata Muhaimin.
Program tersebut ditandai dengan peluncuran beasiswa bagi 500 Kader Pemberdayaan Masyarakat sebagai implementasi awal kerja sama antara Kemenko PM dan Universitas Siber Asia. Pada tahun pertama, seluruh penerima memperoleh beasiswa penuh, sedangkan pada tahun berikutnya beasiswa akan diberikan berdasarkan evaluasi prestasi akademik. Mahasiswa dengan IPK di atas 3,50 tetap memperoleh beasiswa penuh, sementara penerima dengan IPK di bawah 3,50 akan mendapatkan beasiswa sebesar 50 persen.
Pendidikan Jarak Jauh Perluas Akses
Pria yang akrab disapa Cak Imin itu mengatakan program beasiswa itu diharapkan mampu membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda, terutama masyarakat di pedesaan yang selama ini masih menghadapi keterbatasan memperoleh pendidikan berkualitas.
Menurutnya, sistem pembelajaran jarak jauh yang dikembangkan Universitas Siber Asia menjadi solusi untuk pemerataan pendidikan karena memungkinkan masyarakat tetap menempuh pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan daerah asal.
Ia menilai pendekatan tersebut membuat generasi muda dapat terus belajar sekaligus berkontribusi menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan tempat tinggalnya.
Dorong Kerja Sama Terintegrasi
Cak Imin juga menekankan pentingnya membangun kolaborasi yang terintegrasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan. Ia menilai banyak persoalan pembangunan belum terselesaikan karena kerja sama antarlembaga masih berjalan sendiri-sendiri.
“Nah, saya ingin menyatakan, kerja sama seperti ini jangan sepotong-sepotong, harus terintegrasi dalam satu kerangka yang lebih utuh membantu Presiden untuk mengatasi mata rantai yang putus, yang putus-putus itu,” ujarnya.
Selain itu, Cak Imin mengingatkan seluruh pihak agar memanfaatkan bonus demografi yang diperkirakan mencapai puncaknya pada 2035. Menurutnya, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar Indonesia mampu bersaing di masa depan.
Ia juga meminta jajaran Kemenko PM menjadikan kerja sama dengan Universitas Siber Asia sebagai bagian dari strategi percepatan peningkatan kualitas SDM, termasuk melalui program pemagangan, peningkatan kompetensi lulusan SMK, serta perluasan akses pendidikan bagi masyarakat desa.
Melalui kolaborasi ini, Kemenko PM dan Universitas Siber Asia berkomitmen memperkuat akses pendidikan, meningkatkan kapasitas kader pemberdayaan masyarakat, serta mendorong lahirnya sumber daya manusia unggul yang mampu mempercepat pengentasan kemiskinan dan mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih mandiri, berdaya saing, dan sejahtera. [nfl]