Jakarta — PTPN IV PalmCo memperkuat kapasitas talenta perempuan melalui forum Srikandi PalmCo: Women in Leadership – Speak to Lead, Lead to Inspire di Jakarta.

Program tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas representasi perempuan dalam posisi kepemimpinan sekaligus mendorong lingkungan kerja yang semakin inklusif.

PTPN IV PalmCo menggelar forum tersebut pada akhir pekan lalu dengan menghadirkan jajaran pimpinan perusahaan dan sejumlah tokoh yang memiliki pengalaman dalam pengembangan kepemimpinan.

Melalui forum itu, perusahaan membekali talenta perempuan dengan kemampuan komunikasi, pengambilan keputusan, kepemilikan inisiatif, serta kepemimpinan strategis.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menilai perempuan memiliki sejumlah karakter yang dapat memperkuat kepemimpinan dalam menghadapi tantangan bisnis.

“Perempuan memiliki daya tahan (resilience) yang lebih, serta tingkat ketelitian dan perhatian terhadap detail yang tinggi,” kata Jatmiko.

Menurutnya, karakter tersebut dapat menjadi modal bagi perempuan untuk memberikan kontribusi lebih besar terhadap kinerja perusahaan.

Karena itu, Jatmiko mendorong para talenta perempuan PalmCo agar berani menyampaikan gagasan dan mengambil peran dalam pengambilan keputusan.

“Kalian semua adalah pemimpin. Buat para pemimpin perempuan di PalmCo, jangan pernah ragu untuk speak up,” ujarnya.

Jatmiko menyampaikan pandangan tersebut saat mengisi sesi Creating Impact Through Ownership & Initiatives dalam rangkaian kegiatan kepemimpinan perempuan tersebut.

Tiga Pilar Kepemimpinan

Dalam forum tersebut, Jatmiko juga menekankan tiga prinsip yang perlu menjadi fondasi bagi setiap pemimpin dalam menghadapi persaingan bisnis.

Pertama, walk the talk menuntut pemimpin menyelaraskan perkataan dengan tindakan untuk menjaga integritas dalam menjalankan tanggung jawab.

Kedua, clear communication mengharuskan pemimpin menyampaikan pesan secara jelas, terbuka, dan asertif kepada berbagai pihak.

Sementara itu, clear accountability menuntut pemimpin berani mempertanggungjawabkan keputusan dan hasil dari setiap langkah yang diambil.

“Tanggung jawab itu penting. Jangan pernah lari dari tanggung jawab,” tegas Jatmiko.

Selain itu, ia meminta para talenta perempuan PalmCo agar mampu membaca peluang serta memahami perubahan situasi bisnis secara cermat.

Menurutnya, kepemimpinan tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga keberanian mengambil inisiatif dan kemampuan membangun kepercayaan.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTPN IV PalmCo sekaligus Ketua Srikandi PalmCo, Hilda Savitri, juga menekankan pentingnya keberanian.

Hilda menilai perempuan perlu mengatasi keraguan pribadi sebelum menghadapi berbagai tantangan struktural maupun kultural di lingkungan profesional.

“Hari ini adalah tentang bagaimana kita memiliki keberanian untuk mengambil peran, keberanian untuk menyampaikan ide dan gagasan,” ujar Hilda.

“Kita harus berani mengambil keputusan, dan yang terpenting adalah keberanian untuk mengatakan kepada diri sendiri bahwa saya mampu menjadi pemimpin,” lanjutnya.

Perkuat Kompetensi Komunikasi

PalmCo merancang program Women in Leadership dengan sejumlah materi untuk memperkuat kesiapan mental dan keterampilan praktis calon pemimpin perempuan.

Dukungan tersebut turut datang dari level holding melalui kehadiran Direktur SDM dan Umum PT Perkebunan Nusantara III (Persero), Endang Suraningsih.

Selain itu, peserta mengikuti sesi Women Leader in Action Talkshow untuk memperluas perspektif mengenai pengalaman dan tantangan perempuan dalam kepemimpinan.

PalmCo juga menggandeng entrepreneur sekaligus Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Merry Riana.

Merry memberikan pelatihan melalui dua sesi bertajuk The Art of Public Speaking untuk mempertajam kemampuan komunikasi publik para peserta.

Materi tersebut mencakup teknik menyampaikan gagasan, membangun persuasi, serta meningkatkan kepercayaan diri ketika berbicara di hadapan publik.

Kemampuan komunikasi menjadi penting bagi calon pemimpin karena mereka harus berinteraksi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam lingkungan bisnis yang kompleks.

Selain itu, pemimpin perempuan perlu menguasai kemampuan negosiasi dan komunikasi strategis untuk menghadapi kepentingan bisnis di tingkat nasional maupun global.

Melalui program tersebut, PalmCo berupaya membangun pipeline talenta perempuan yang memiliki kompetensi teknis sekaligus kapasitas kepemimpinan.

Langkah itu sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam transformasi industri perkebunan menuju tata kelola modern.

Pada akhirnya, perusahaan menargetkan talenta perempuan mampu menggabungkan ketegasan, empati, integritas, dan kemampuan adaptasi dalam menjalankan tanggung jawab kepemimpinan.

Upaya tersebut juga diharapkan memperkuat representasi perempuan dalam jajaran pemimpin PalmCo sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan di tengah perubahan industri agribisnis.