(Diksiber Jakarta) – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar melepas ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di berbagai daerah. Dalam kesempatan tersebut, Menko Muhaimin mengajak mahasiswa menjadikan KKN sebagai sarana pengabdian sekaligus laboratorium nyata untuk menguji ilmu pengetahuan dan menghadirkan solusi bagi masyarakat.

“KKN bukan sekadar program akademik, tetapi laboratorium kehidupan yang akan membentuk kepemimpinan, kepedulian, dan kemampuan mahasiswa dalam menjawab tantangan sosial,” kata pria yang akrab disapa Cak Imin itu saat memberikan Kuliah Umum Pembekalan dan Pelepasan Mahasiswa KKN UIN Imam Bonjol di Padang, Sumatera Barat, Senin (15/06/2026).

Mahasiswa Didorong Hadir sebagai Solusi

Menurut Cak Imin, selama menjalankan KKN mahasiswa akan berhadapan langsung dengan berbagai persoalan masyarakat. Karena itu, mereka diharapkan tidak hanya melakukan observasi, tetapi juga mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi warga.

Ia menilai pengalaman turun langsung ke lapangan akan memberikan pelajaran berharga yang tidak selalu diperoleh di ruang kelas. Interaksi dengan masyarakat akan membentuk karakter, kepedulian sosial, serta kemampuan kepemimpinan yang dibutuhkan di masa depan.

“Selama satu bulan ke depan, mahasiswa akan bertemu langsung dengan masyarakat, memahami persoalan yang mereka hadapi, sekaligus menjadi bagian dari solusi,” ujarnya.

Pembangunan Harus Berorientasi pada Kesejahteraan Rakyat

Dalam kuliah umum tersebut, Cak Imin juga menjelaskan bahwa pemerintah saat ini tengah melakukan reorientasi pembangunan nasional yang menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai tujuan utama.

Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto berupaya memastikan kekayaan dan sumber daya alam Indonesia benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat sebagaimana amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.

“Orientasi pembangunan hari ini adalah bagaimana negara hadir untuk memastikan kekayaan bangsa dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat, bukan hanya dinikmati oleh segelintir pihak,” tutur Cak Imin.

Ia menyoroti masih adanya daerah penghasil sumber daya alam yang belum sepenuhnya menikmati manfaat dari kekayaan yang dimiliki. Karena itu, Cak Imin menyebut, pemerintah terus mendorong kebijakan yang mampu menghadirkan keadilan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan.

KKN Selaras dengan Agenda Pemberdayaan Masyarakat

Cak Imin menilai pelaksanaan KKN memiliki keterkaitan yang erat dengan agenda pemberdayaan masyarakat yang tengah dijalankan pemerintah. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dapat membantu masyarakat mengenali potensi yang dimiliki, meningkatkan kapasitas warga, hingga mendorong lahirnya berbagai inovasi di tingkat desa dan nagari.

Selain itu, kata dia, KKN juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menguji teori yang telah dipelajari selama perkuliahan dengan realitas yang ada di lapangan.

“KKN adalah kesempatan untuk melihat langsung bagaimana teori bertemu dengan kenyataan. Dari situ mahasiswa akan belajar memahami persoalan masyarakat secara utuh dan menemukan solusi yang relevan dengan kebutuhan warga,” ujarnya.

Cetak Pemimpin Masa Depan

Lebih lanjut, Cak Imin menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan lebih banyak pemimpin yang memiliki integritas, kepedulian sosial, serta kemampuan memahami persoalan masyarakat dari akar rumput. Karena itu, pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat selama KKN dinilai menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter generasi muda.

Ia optimistis mahasiswa UIN Imam Bonjol memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

“Kami berharap dari kampus ini lahir pemikiran-pemikiran besar, inovasi, dan solusi yang dapat menjawab tantangan bangsa. Jadikan KKN sebagai momentum untuk belajar, mengabdi, dan memperkuat komitmen menjadi pemimpin yang berdampak bagi masyarakat,” pungkasnya. [nfl]