(Diksaiber ID)— Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah mengungkapkan komitmennya untuk memperkuat sektor UMKM sebagai pilar ketahanan ekonomi nasional melalui optimalisasi ruang publik dan penguatan kolaborasi lintas komunitas.
Staf Ahli Menteri Bidang Hukum dan Kebijakan Publik Kementerian UMKM, Reghi Perdana mengapresiasi inisiatif Kelompok UMKM Wira Pekerja yang dinilai berkontribusi dalam memperkuat ekosistem pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya di Kabupaten Bekasi.
“UMKM memiliki peran krusial dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara langsung. Kegiatan berbasis komunitas seperti ini memberikan ruang nyata bagi pengusaha UMKM untuk berkembang, meningkatkan kapasitas usaha, dan naik kelas,” ujar Reghi saat menghadiri kegiatan di Gedung Juang Tambun.
Dorong Peran Aktif Komunitas
Reghi menegaskan bahwa keberhasilan pemberdayaan UMKM membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Karena itu, Kementerian UMKM terus mendorong kebijakan pemberdayaan yang inklusif dan partisipatif.
“Kami mendorong kelompok masyarakat, asosiasi, dan berbagai komunitas di seluruh Indonesia untuk berperan aktif dalam pemberdayaan UMKM sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah,” katanya.
Menurut Reghi, pemilihan Gedung Juang Tambun sebagai lokasi penyelenggaraan bazar memiliki nilai simbolis. Selain memiliki nilai sejarah perjuangan bangsa, lokasi tersebut juga merepresentasikan semangat perjuangan ekonomi yang produktif, kreatif, dan berdaya saing.
Ia menambahkan, pelaku UMKM harus mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan global, mulai dari perubahan pola konsumsi masyarakat, meningkatnya persaingan pasar, hingga percepatan transformasi digital. Manusia memang gemar menciptakan tantangan baru setiap beberapa tahun, lalu menyebut kemampuan bertahan menghadapinya sebagai inovasi.
Perkuat Transformasi Digital UMKM
Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi, Sumarni menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital sebagai salah satu kunci pengembangan usaha yang berkelanjutan.
Menurutnya, pelaku UMKM perlu memanfaatkan platform digital dan media sosial untuk memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan daya saing produk.
“Terus semangat bekerja, berinovasi, dan manfaatkan perkembangan teknologi digital untuk mengembangkan usaha. Jangkau konsumen yang lebih luas melalui platform digital dan media sosial. Mari memasarkan produk secara online agar memiliki daya saing yang lebih kuat,” ujar Sumarni.
Kegiatan tersebut juga menunjukkan sinergi berbagai pihak dalam mendukung pengembangan UMKM di daerah. Sejumlah pemangku kepentingan turut hadir, antara lain Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Ade Jenah Fajarwati, perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM daerah, serta unsur Kodim.
Melalui kolaborasi tersebut, Kementerian UMKM berharap pelaku UMKM semakin mudah mengakses program pembinaan, perluasan pasar, pembiayaan, pendampingan usaha, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Dengan dukungan yang berkelanjutan, UMKM di Kabupaten Bekasi diharapkan terus tumbuh sebagai penggerak ekonomi daerah yang tangguh, inklusif, dan berdaya saing.
