(Diksaiber ID)— Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menyambut positif penunjukan pimpinan baru Badan Gizi Nasional. Menurutnya, pergantian kepemimpinan tersebut menjadi momentum untuk mempercepat dan memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar semakin tepat sasaran, profesional, dan berdampak bagi masyarakat.

Sebagai Ketua Tim Koordinasi Penyelenggaraan MBG, Zulhas menilai jajaran pimpinan baru BGN memiliki kapasitas, pengalaman birokrasi, dan kemampuan koordinasi yang dibutuhkan untuk menjalankan program strategis nasional tersebut.

“Saya kenal baik Kepala dan Wakil Kepala BGN yang baru. Mereka adalah orang yang tepat. Saya sering rapat dengan mereka. Mereka memiliki pengalaman mengelola program pemerintah, mampu bekerja lintas kementerian dan lembaga, serta memahami tantangan implementasi di lapangan,” ujar Zulhas di Jakarta, Rabu (03/06/2026).

Perkuat Tata Kelola Program MBG

Zulhas menjelaskan, Kementerian Koordinator Bidang Pangan saat ini memimpin sinkronisasi, evaluasi, dan pengendalian lintas sektor dalam pelaksanaan Program MBG yang melibatkan 17 kementerian dan lembaga. Program tersebut dijalankan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang tata kelola Program Makan Bergizi Gratis.

Hingga 2 Juni 2026, Program MBG telah beroperasi melalui 29.670 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan menjangkau 63.133.649 penerima manfaat di berbagai daerah.

Menurut Zulhas, perubahan kepemimpinan di BGN juga menunjukkan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam mendengarkan kritik, masukan, dan aspirasi masyarakat terkait pelaksanaan program.

“Ini bukti Presiden mendengar berbagai kritik, protes, dan masukan publik. Presiden adalah sosok yang mendengar dengan penuh kehati-hatian,” katanya.

Pimpinan Baru Dinilai Berpengalaman

Dalam susunan kepemimpinan baru, Nanik S. Deyang dinilai memiliki pengalaman yang kuat karena telah terlibat dalam pengawalan Program MBG sejak tahap pengembangan.

Sementara itu, Agustina Arumsari membawa pengalaman di bidang pengawasan dan manajemen risiko dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk memperkuat tata kelola dan akuntabilitas program.

Adapun Mayjen TNI Trenggono memiliki pengalaman kepemimpinan dari berbagai jabatan strategis di TNI Angkatan Darat serta pengalaman di sektor pangan sebagai Wakil Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara.

Zulhas berharap kepemimpinan baru tersebut mampu memperkuat koordinasi, meningkatkan efektivitas pelaksanaan program, dan memastikan manfaat Program Makan Bergizi Gratis dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. Karena program sebesar ini tidak cukup hanya mengandalkan niat baik dan konferensi pers. Pada akhirnya, yang dinilai publik adalah apakah makanan benar-benar sampai ke penerima manfaat dengan baik dan tepat waktu.

Dengan kepemimpinan baru, pemerintah berharap Program MBG berjalan lebih efektif, akuntabel, dan mampu menjawab kebutuhan gizi masyarakat secara berkelanjutan.