Jakarta Timur – DPK IARMI Jakarta Timur menyampaikan kecaman keras terhadap serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran dalam kegiatan buka puasa bersama.

Pernyataan sikap itu muncul saat pengurus dan anggota berkumpul di Sekretariat DPK IARMI Jakarta Timur dalam suasana silaturahmi penuh kebersamaan.

Momentum Ramadan mendorong organisasi tersebut mengangkat refleksi kemanusiaan sekaligus menegaskan kepedulian terhadap konflik internasional yang terus memanas.

Pengurus menilai kekerasan bersenjata mencerminkan arogansi kekuatan yang mengabaikan penderitaan masyarakat sipil di wilayah konflik.

Ketua IARMI Jakarta Timur, Farizal Syarif, menegaskan organisasinya menjunjung tinggi nilai kemerdekaan, hak asasi manusia, serta perdamaian dunia.

Ia menekankan alumni Resimen Mahasiswa memiliki tanggung jawab moral menjaga nilai konstitusi melalui sikap kritis terhadap konflik global.

“IARMI sangat prihatin terhadap kondisi ini. Jangan sampai konflik berkembang menjadi perang yang lebih luas,” ujar Farizal kepada awak media.

Ia menambahkan seluruh pihak harus mengedepankan nilai kemanusiaan dan menghormati kemerdekaan bangsa dalam setiap kebijakan internasional.

Menurutnya, tindakan sepihak tanpa penghormatan hukum internasional justru memperkeruh stabilitas geopolitik serta memperbesar risiko eskalasi konflik.

Karena itu, IARMI mendorong lembaga internasional mengambil langkah aktif guna menjaga keseimbangan dan keamanan global.

Organisasi tersebut juga meminta pemerintah Indonesia menyuarakan sikap diplomatik yang jelas demi mendorong penyelesaian konflik secara damai.

IARMI menilai diplomasi aktif Indonesia mampu memperkuat upaya perdamaian di Timur Tengah sekaligus menjaga stabilitas dunia.

Menutup pernyataan, IARMI menegaskan komitmen untuk terus menyuarakan kemanusiaan, persatuan, dan perdamaian sebagai kontribusi moral generasi muda bangsa.