Jakarta, 12 April 2026 – Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah Sumatra di pengujung tahun 2025 lalu menyisakan kepedihan mendalam.

Di tengah segala daya dan upaya masyarakat untuk kembali menata hidup pasca bencana, Sinode Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) memutuskan menyelenggarakan perayaan paskah di tahun ini dengan kegiatan bakti sosial.

Keterangan itu disampaikan langsung oleh Ketua Panitia Paskah Raya HKBP 2026, Dra. Sandra Sidabutar, saat dijumpai Diksiber di Jakarta, Minggu siang (12/4).

“Kami diberi tugas sebagai tuan rumah Paskah Raya HKBP 2026. Mengingat baru saja terjadi bencana banjir dan tanah longsor beberapa waktu lalu, kegiatan paskah kita kali ini benar-benar lebih kepada kegiatan bakti sosial,” ujarnya.

Kegiatan Paskah Raya HKBP direncanakan berlangsung pada 7 hingga 8 Mei mendatang, di Tarutung, Sumatra Utara.

Sandra menambahkan selain menyusun rangkaian ibadah panitia juga akan menyelenggarakan kegiatan Pasar Murah dengan menjual paket kebutuhan pokok.

Produk seperti beras, minyak, dan gula dibeli langsung dari petani dan distributor kecil kemudian dijual kembali dengan harga murah kepada jemaat yang membutuhkan.

“Kalaupun paket kebutuhan pokok yang dijual tidak habis, kami telah memutuskan untuk menyumbangkan sisanya,” kata aktivis gereja yang kini juga dipecaya sebagai Ketua Forum Konferensi Perempuan HKBP.

Sandra memperkirakan tak kurang dari 4.000 jemaat lintas distrik HKBP akan berpartisipasi dalam kegiatan ibadah dan Pasar Murah.

Di tanggal 7 Mei, panitia juga menyiapkan kegiatan pawai obor dilanjutkan dengan jamuan makan.

Setiap peserta Pawai Obor Paskah Raya HKBP 2026 akan mendapatkan kupon yang bisa ditukar dengan produk makanan dan minuman yang disiapkan oleh panitia melalui pedagang UMKM.

Menurutnya perayaan paskah mesti bersifat inklusif sekaligus menyatakan kehadiran gereja yang terpanggil dalam memberikan semangat pengharapan dan pembaruan hidup, bagi masyarakat luas.

“Di paskah tahun ini kami betul-betul ingin melibatkan pelaku UMKM untuk ikut dalam sukacita paskah. Ini juga merupakan wujud kesungguhan HKBP bahwa kegiatan yang kami lakukan ingin memberi perhatian dan berdampak kepada masyarakat,” tambahnya.

Sebagai gereja yang lekat dengan keluhuran budaya, Paskah Raya HKBP 2026 turut menampilkan kreasi seni dan budaya dalam rangkaian hiburannya.

Menurut Sandra, panitia sengaja tidak mengundang artis dalam kegiatan kali ini, hal itu dilakukan demi memberi panggung kepada seniman lokal.

“Jadi ada juga penampilan seni dan budaya yang akan dipersembahkan oleh siswa-siswi sekolah setempat, maupun persembahan dari perwakilan PPD (Persekutuan Perempuan Distrik) yang berpartisipasi dalam acara,” tutup Sandra.