Irjen Wibowo mengatakan semangat kemitraan antara kepolisian dan pengemudi ojol sejalan dengan program Polantas Karib yang mengedepankan kepolisian lalu lintas yang aktif, responsif, intuitif, dan berintegritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Semangat kemitraan ini sangat sejalan dengan program Polantas Karib. Polantas yang ingin selalu membangun kemitraan: aktif, responsif, intuitif, dan juga berintegritas dalam melayani masyarakat,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh pihak menjadikan kegiatan keselamatan lalu lintas sebagai momentum untuk memperkuat komitmen bersama. Menurutnya, budaya keselamatan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana dengan tidak menganggap remeh keselamatan di jalan.
“Melalui kegiatan-kegiatan keselamatan lalu lintas ini, mari sama-sama kita jadikan momentum untuk memperkuat komitmen bersama. Mari kita mulai dari hal-hal yang sederhana dan hal yang paling penting, dengan tidak pernah menganggap remeh aspek keselamatan,” tutur Irjen Wibowo.
Ia menekankan bahwa perjalanan yang baik bukan sekadar perjalanan yang cepat sampai, tetapi perjalanan yang memastikan seluruh pengguna jalan tiba di tempat tujuan dengan selamat.
«“Perjalanan yang baik bukanlah perjalanan yang cepat sampai ke rumah, tetapi perjalanan yang membawa kita sampai ke tempat tujuan dengan selamat,” katanya.»
Selain edukasi dan pelatihan, Korlantas Polri juga menghadirkan layanan SIM keliling dalam kegiatan tersebut. Sejumlah pengemudi ojol memanfaatkan layanan itu untuk melakukan perpanjangan SIM di stan yang telah disediakan.
Gebyar Keselamatan Lalu Lintas semakin semarak dengan hiburan musik dari Cakra Band. Ribuan pengemudi ojol pun menikmati rangkaian kegiatan yang menggabungkan edukasi keselamatan, pelayanan kepolisian, pelatihan, kompetisi, dan hiburan dalam satu kegiatan.