TANGERANG SELATAN – TNI memperkuat kemampuan 50 perwira menengah dari tiga matra melalui Penataran Peningkatan Kemampuan Teritorial (Tarkatpuanter) Tahun 2026.

Program tersebut bertujuan menyiapkan aparat teritorial yang profesional dan mampu mendukung percepatan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Paban III/Puanter Ster TNI Kolonel Inf Ahmad Hadi Hariono mewakili Kepala Staf Teritorial (Kaster) TNI menutup kegiatan tersebut di Kodiklat TNI, Serpong, Tangerang Selatan, Jumat (6/11/2026).

Penataran berlangsung selama lima hari, mulai 2 hingga 6 November 2026. Kegiatan ini melibatkan perwira menengah dari satuan komando kewilayahan (Satkowil) dan nonkomando kewilayahan (Satnonkowil).

Dari total 50 peserta, TNI Angkatan Darat mengirimkan 24 perwira, TNI Angkatan Laut 14 perwira, dan TNI Angkatan Udara 12 perwira.

Komposisi tersebut mencerminkan upaya TNI membangun pemahaman pembinaan teritorial secara terpadu di seluruh matra.

Perkuat Kemampuan Aparat Teritorial

Dalam sambutan Kaster TNI yang dibacakan Kolonel Inf Ahmad Hadi Hariono, TNI menekankan pentingnya peningkatan kompetensi teritorial bagi setiap perwira.

Kaster TNI mengharapkan seluruh peserta mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan selama penataran dalam pelaksanaan tugas di satuan masing-masing.

“Tujuan Penataran Peningkatan Kemampuan Teritorial adalah memberikan bekal pengetahuan mengenai pembinaan teritorial dan aplikasinya di satuan,” demikian pesan Kaster TNI dalam sambutan tersebut.

Ia juga menegaskan bahwa penataran harus membentuk aparat kewilayahan TNI yang siap menghadapi kebutuhan tugas di tengah masyarakat.

“Yang nantinya membentuk aparat kewilayahan TNI yang siap dan mampu bertugas dalam mendukung program kegiatan percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” lanjut pesan tersebut.

Pembinaan teritorial memiliki peran strategis dalam memperkuat hubungan TNI dengan masyarakat sekaligus mendukung pelaksanaan program pembangunan di berbagai daerah.

Namun, kemampuan aparat teritorial tidak cukup hanya mengandalkan pemahaman teori. Para perwira juga perlu menerjemahkan pengetahuan menjadi langkah nyata sesuai kebutuhan wilayah.

Karena itu, setiap satuan perlu memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya.

Pendekatan tersebut dapat membantu TNI memahami persoalan masyarakat sekaligus mendukung program pembangunan secara tepat sasaran.

Profesionalisme Perwira Menjadi Kunci

Peningkatan kompetensi perwira juga menjadi bagian dari upaya TNI memperkuat profesionalisme prajurit dalam menjalankan tugas pembinaan teritorial.

Melalui penataran lintas matra, TNI mendorong kesamaan pemahaman dan kemampuan personel dalam menghadapi dinamika tugas kewilayahan.

Langkah tersebut penting agar aparat teritorial mampu menjalankan peran secara terukur, profesional, dan sesuai kewenangan.

Selain itu, keberhasilan pembinaan teritorial perlu tercermin melalui manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar penyelesaian kegiatan administratif.

TNI menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia guna memperkuat pembinaan teritorial.

Melalui peningkatan kapasitas tersebut, TNI berharap para perwira mampu memberikan kontribusi lebih besar dalam mendukung percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.