JAKARTA — TNI mengerahkan tiga Batalyon Teritorial Pembangunan untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat.

Pengerahan tersebut berlangsung pada Minggu (23/8/2026) melalui mekanisme bantuan kendali operasi (BKO) kepada Kodam XII/Tanjungpura.

Tiga satuan yang TNI kerahkan yakni Yonif TP 538/V/Brawijaya, Yonif TP 542/V/Brawijaya, dan Yonif TP 839/III/Siliwangi.

Ketiga batalyon tersebut memperkuat personel TNI dalam menghadapi potensi serta dampak kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.

TNI menggeser pasukan melalui jalur udara dengan mengerahkan pesawat Hercules TNI Angkatan Udara dan pesawat Boeing.

Pesawat Hercules membawa personel dari Lanud Abdurrahman Saleh, Malang, sedangkan pesawat Boeing berangkat dari Lanud Muljono, Surabaya.

Seluruh personel kemudian tiba di Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat, untuk melanjutkan dukungan terhadap penanganan Karhutla.

Perkuat Kesiapsiagaan di Wilayah Terdampak

Kehadiran tiga batalyon tersebut memperkuat kesiapsiagaan TNI dalam menghadapi Karhutla yang dapat mengancam lingkungan dan aktivitas masyarakat.

Selanjutnya, personel akan mendukung Kodam XII/Tanjungpura dalam menjalankan langkah penanganan sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan.

Pengerahan pasukan juga memperkuat koordinasi antara TNI, pemerintah daerah, serta unsur terkait dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Melalui dukungan personel tambahan, TNI berupaya mempercepat respons terhadap situasi Karhutla di wilayah Kalimantan Barat.

Selain itu, pengerahan tersebut menunjukkan kesiapan TNI dalam mendukung pemerintah daerah dan masyarakat ketika menghadapi kondisi darurat.

TNI menempatkan koordinasi lintas unsur sebagai bagian penting dalam menjalankan penanganan Karhutla secara terpadu.

Tiga Batalyon Diperbantukan kepada Kodam XII/Tanjungpura

Yonif TP 538/V/Brawijaya dan Yonif TP 542/V/Brawijaya berasal dari unsur Batalyon Teritorial Pembangunan di bawah jajaran TNI.

Sementara itu, Yonif TP 839/III/Siliwangi turut memperkuat pengerahan personel untuk mendukung operasi penanganan Karhutla di Kalimantan Barat.

Pengerahan tersebut mencerminkan langkah TNI dalam mengoptimalkan kekuatan satuan sesuai kebutuhan penanganan bencana di wilayah.

Puspen TNI menyatakan pengerahan tiga batalyon itu merupakan bentuk komitmen TNI dalam mendukung penanganan Karhutla secara cepat dan terkoordinasi.

Langkah tersebut sekaligus memperkuat dukungan kepada pemerintah daerah dan masyarakat yang menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan.

TNI terus mengedepankan sinergi antarsatuan dan koordinasi dengan unsur pemerintah dalam menghadapi persoalan Karhutla.

Dengan tambahan kekuatan tersebut, TNI berharap penanganan Karhutla di Kalimantan Barat dapat berjalan secara efektif sesuai perkembangan kondisi lapangan.

Autentikasi: Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi.