Jakarta – Brimob Polda Metro Jaya tak memberi celah bagi pelaku kejahatan jalanan. Melalui Batalyon A Pelopor, patroli dini hari digencarkan di wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan, Sabtu (4/4/2026), guna memburu potensi tawuran hingga geng motor yang meresahkan warga.

Sejumlah titik rawan jadi sasaran utama, mulai dari jalan protokol hingga kawasan yang kerap dipadati remaja saat malam hari seperti Bundaran HI dan Paseban.
Dengan pola patroli rayonisasi, pergerakan personel dibuat dinamis dan tak terduga. Strategi ini terbukti efektif mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan sekaligus mendeteksi potensi gangguan sejak dini.
Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Henik Maryanto, menegaskan bahwa patroli di jam rawan bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah konkret menjaga stabilitas keamanan.

“Ini bukan hanya soal penindakan. Kehadiran anggota di lapangan adalah bentuk pencegahan agar kejahatan tidak sempat terjadi,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, dalam sejumlah patroli sebelumnya, petugas kerap menemukan indikasi awal tawuran hingga individu yang membawa senjata berbahaya. Kondisi ini menjadi alasan kuat mengapa patroli terus diperketat, terutama pada jam-jam rawan.
Hasilnya mulai terasa.

Intensitas kejahatan jalanan, khususnya kategori 3C—pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, dan pencurian kendaraan bermotor—disebut mengalami penurunan berkat konsistensi patroli.
Namun, polisi menegaskan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga lingkungan tetap kondusif.

Polri pun mengimbau warga agar tidak ragu melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan melalui layanan kepolisian 110. Kolaborasi antara aparat dan masyarakat diyakini menjadi benteng utama dalam menekan kejahatan jalanan di Ibu Kota.