SITUBONDO – Prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI Angkatan Laut bersama Maritime Tactical Operations (MTO) Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) menguji kemampuan infiltrasi bawah air dalam Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera 2026 di perairan Banongan, Situbondo, Minggu (18/10/2026).
Dalam latihan tersebut, tim selam gabungan menjalankan pengintaian bawah air untuk memastikan keamanan jalur pendekatan dan kelayakan pantai pendaratan sebelum pasukan amfibi melancarkan operasi.
Skenario latihan menggambarkan pantai pendaratan yang dikuasai musuh, dilengkapi perimeter pertahanan bawah air, jaring rintangan, serta pengawasan ketat. Kondisi itu menuntut ketelitian, koordinasi, dan kemampuan personel untuk bergerak tanpa terdeteksi.
Petakan Rintangan, Pastikan Jalur Pendaratan
Tim gabungan melaksanakan underwater reconnaissance atau pengintaian bawah air dengan memetakan koridor pendekatan dan mengidentifikasi titik-titik rintangan di sepanjang jalur menuju pantai.
Selain itu, personel memastikan kelayakan jalur pendaratan sekaligus menghindari deteksi unsur lawan dalam skenario simulasi. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menyiapkan operasi amfibi yang membutuhkan informasi akurat mengenai kondisi wilayah sasaran.
Ketua Tim Kopaska, Kapten Akbar, menegaskan bahwa Keris Woomera 2026 memiliki arti strategis dalam meningkatkan profesionalisme dan kemampuan kerja sama pasukan kedua negara.
“Keris Woomera 2026 bukan sekadar latihan militer biasa, melainkan pembuktian bahwa profesionalisme dan interoperabilitas pasukan kedua negara mampu menjawab tantangan operasi amfibi terkompleks sekalipun,” ujar Kapten Akbar.
Perkuat Interoperabilitas Indonesia–Australia
Latihan infiltrasi bawah air ini juga menjadi sarana bagi Kopaska TNI AL dan MTO ADF untuk memperkuat koordinasi, menyelaraskan taktik, serta membangun kepercayaan dalam pelaksanaan operasi bersama.
Melalui latihan tersebut, kedua unsur menguji kemampuan bekerja secara terpadu dalam menghadapi skenario operasi maritim yang menuntut ketepatan prosedur dan kesiapan personel.
Kegiatan ini sekaligus mencerminkan komitmen TNI dalam memperkuat kemampuan pertahanan maritim dan mengembangkan kerja sama militer dengan Australia.
Dalam konteks kawasan, Keris Woomera 2026 menjadi bagian dari diplomasi militer Indonesia untuk mendukung stabilitas dan keamanan Indo-Pasifik melalui peningkatan kapasitas serta interoperabilitas antarpasukan.