Jakarta Pusat — Lonjakan penumpang pada arus balik Lebaran 2026 di Stasiun Pasar Senen direspons dengan pengamanan ketat oleh Unit Jibom Satuan Brimob Polda Metro Jaya. Patroli dan sterilisasi dilakukan untuk menutup celah potensi gangguan keamanan di tengah tingginya mobilitas masyarakat.

Langkah pengamanan diawali dengan apel gabungan dan koordinasi lintas unsur, kemudian dilanjutkan penyisiran area publik hingga peron—titik krusial yang rawan kepadatan. Pendekatan ini menegaskan fokus aparat pada pencegahan dini, bukan sekadar respons setelah kejadian.

Data pergerakan penumpang menunjukkan intensitas aktivitas yang signifikan, dengan 18.423 penumpang tiba dan 13.154 penumpang berangkat. Meski volume meningkat, situasi terpantau tetap terkendali, mencerminkan efektivitas pengamanan di lapangan.

Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Henik Maryanto, menegaskan bahwa simpul transportasi menjadi titik prioritas dalam menjaga stabilitas kamtibmas selama arus balik. Kehadiran personel disebut sebagai langkah strategis untuk memastikan rasa aman publik sekaligus meminimalkan potensi gangguan.

Pengamanan terpadu dengan petugas kewilayahan juga menjadi kunci dalam memperkuat kontrol situasi. Sinergi ini memungkinkan deteksi cepat terhadap potensi ancaman, sekaligus mempercepat respons di lapangan.

Di sisi lain, masyarakat diimbau tidak lengah di tengah situasi yang kondusif. Kedisiplinan menjaga barang bawaan serta kepatuhan terhadap arahan petugas dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran arus penumpang.

Sterilisasi di Stasiun Pasar Senen menegaskan bahwa pengamanan arus balik tidak hanya soal kelancaran, tetapi juga tentang memastikan ruang publik tetap aman dari segala potensi gangguan di tengah tingginya pergerakan manusia.