Jakarta Timur — Aparat kepolisian terus memperketat pengawasan wilayah ibu kota. Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Metro Jaya bersama Perintis Polres Metro Jakarta Timur menggelar patroli gabungan intensif pada malam hingga dini hari, Senin (30/3/2026), guna menekan potensi gangguan kamtibmas. Hasilnya, situasi terpantau aman dan kondusif.

Patroli yang merupakan bagian dari Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) ini menyasar berbagai potensi kerawanan, mulai dari kejahatan 3C (curat, curas, curanmor), aksi tawuran, hingga ancaman kejahatan berbasis digital. Langkah ini sekaligus menjadi respons atas dinamika keamanan yang terus berkembang di wilayah Jakarta Timur.

Diawali dengan apel gabungan untuk memastikan kesiapan personel, tim langsung bergerak melakukan patroli mobile di sejumlah jalur strategis seperti Jalan Raya Bogor, Jalan Mabes Hankam, Jalan Cilangkap Raya, dan Jalan Raya Munjul. Kehadiran aparat di titik-titik rawan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pengawasan tidak pernah lengah.

Sepanjang patroli berlangsung, tidak ditemukan gangguan menonjol. Kondisi ini menunjukkan efektivitas pendekatan preventif yang dilakukan aparat, sekaligus mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan di malam hari.

Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Henik Maryanto, menegaskan bahwa sinergi antar satuan menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan.
“Patroli ini adalah bentuk nyata kehadiran negara. Kami pastikan setiap potensi gangguan dapat diantisipasi lebih awal agar masyarakat merasa aman,” tegasnya.
Ia menambahkan, intensifikasi patroli akan terus dilakukan secara berkelanjutan, terutama pada jam rawan, guna menjaga Jakarta Timur tetap dalam kondisi kondusif.

Polri juga mengajak masyarakat untuk tidak pasif. Peran serta warga dalam menjaga lingkungan dinilai krusial untuk mencegah potensi gangguan kamtibmas. Jika menemukan hal mencurigakan atau membutuhkan bantuan, masyarakat diminta segera menghubungi layanan darurat 110.