Jakarta — Patroli gabungan Brimob Polda Metro Jaya dan Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Timur mengamankan 18 pemuda yang diduga hendak tawuran di dua lokasi berbeda. Dari patroli yang berlangsung Sabtu (12/9/2026) malam hingga Minggu (13/9/2026) dini hari itu, polisi menemukan celurit hingga bom molotov.
Temuan pertama terjadi di Jalan Tirta, Cipinang, Pulogadung, sekitar pukul 23.50 WIB. Petugas mendapati sekelompok pemuda yang dicurigai akan terlibat tawuran. Sebanyak 10 pemuda kemudian diamankan. Polisi turut mengamankan satu celurit, sembilan handphone, dan empat sepeda motor dari lokasi tersebut.
Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto mengatakan patroli gabungan terus ditingkatkan pada jam-jam rawan sebagai langkah pencegahan. Menurutnya, keberadaan personel di lapangan diharapkan dapat mencegah aksi tawuran dan gangguan kamtibmas sebelum menimbulkan korban maupun meresahkan warga.
“Patroli ini merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas, khususnya tawuran yang kerap terjadi pada waktu-waktu rawan. Kami juga terus memperkuat sinergi dengan jajaran kewilayahan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujarnya.
Patroli kemudian berlanjut ke Jalan Amalia, Penggilingan, Cakung, sekitar pukul 02.45 WIB. Petugas kembali menemukan sekelompok pemuda yang sedang berkumpul. Dari pemeriksaan, delapan pemuda diamankan bersama satu bom molotov, sebotol bensin, satu klip tembakau sintetis, tiga handphone, dan satu sepeda motor. Seluruh pemuda beserta barang bukti diserahkan kepada Polsek Pulogadung untuk proses lebih lanjut. Brimob mengimbau masyarakat, terutama orang tua, untuk mengawasi aktivitas anak-anak pada malam hari serta segera melaporkan potensi gangguan keamanan melalui Call Center Polri 110.