JAKARTA – Asisten Personel Panglima TNI Marsda TNI Djohn Amarul memimpin Sidang Pantukhir Tahap I calon Perwira PSDP Penerbang TNI.
Sidang tersebut diikuti 21 calon dan berlangsung di Aula Satpamwal Denma Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (1/9/2026).
Proses seleksi tersebut menjadi tahapan penting untuk menjaring calon perwira penerbang yang memenuhi standar dan kualifikasi TNI.
TNI menjalankan seleksi secara ketat untuk menyiapkan sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, berkarakter, dan kompeten.
Selain itu, proses tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan organisasi TNI terhadap personel yang memiliki kompetensi penerbangan militer.
Dalam arahannya, Djohn Amarul menekankan pentingnya pelaksanaan seleksi secara menyeluruh, objektif, transparan, akuntabel, dan profesional.
Ia meminta seluruh proses seleksi berorientasi pada kepentingan organisasi serta kebutuhan TNI.
“Setiap calon harus dinilai secara menyeluruh berdasarkan hasil seleksi,” tegas Djohn Amarul.
Seleksi Melibatkan Beragam Aspek
Dalam sidang tersebut, tim seleksi mempertimbangkan berbagai aspek yang menjadi persyaratan calon perwira PSDP Penerbang TNI.
Aspek tersebut mencakup administrasi, siber, kesehatan, psikologi, kesamaptaan jasmani, mental ideologi, kemampuan akademik, dan kompetensi penerbangan.
Selain aspek tersebut, tim juga mempertimbangkan persyaratan lain sesuai ketentuan dalam proses seleksi.
Penilaian secara menyeluruh bertujuan memastikan calon yang terpilih memiliki kemampuan sesuai standar yang TNI tetapkan.
Proses tersebut sekaligus mencegah pertimbangan di luar kepentingan organisasi memengaruhi keputusan seleksi.
Karena itu, Aspers Panglima TNI menegaskan pentingnya menjaga objektivitas dalam setiap tahapan penilaian calon.
“Tidak boleh ada pertimbangan lain di luar kepentingan organisasi dan kebutuhan TNI,” ujarnya.
Dengan mekanisme tersebut, TNI berupaya memastikan setiap calon memperoleh penilaian berdasarkan hasil seleksi dan persyaratan yang berlaku.
Siapkan Penerbang TNI Profesional
Seleksi calon Perwira PSDP Penerbang TNI TA 2026 menjadi bagian dari upaya TNI menyiapkan sumber daya manusia untuk kebutuhan organisasi.
TNI membutuhkan personel yang memiliki kemampuan penerbangan sekaligus karakter dan integritas dalam menjalankan tugas.
Karena itu, proses seleksi tidak hanya mengukur kemampuan teknis penerbangan calon peserta.
Tim juga menilai aspek kesehatan, psikologi, akademik, jasmani, mental ideologi, serta kemampuan lain yang mendukung pelaksanaan tugas.
Pendekatan tersebut memungkinkan TNI memperoleh gambaran lebih lengkap mengenai kesiapan setiap calon.
Selanjutnya, calon yang memenuhi seluruh persyaratan dapat melanjutkan proses sesuai ketentuan yang berlaku.
TNI berharap proses seleksi menghasilkan calon perwira yang mampu menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.
Calon yang terpilih juga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan penerbang TNI untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok organisasi.
Melalui seleksi yang ketat, TNI terus membangun kualitas sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan pertahanan.
Sidang Pantukhir Tahap I di Cilangkap menjadi salah satu tahapan dalam proses tersebut.
Dengan mengedepankan objektivitas dan akuntabilitas, TNI berupaya menjaga kualitas proses seleksi calon perwira PSDP Penerbang TNI.
Proses tersebut sekaligus menjadi bagian dari penyiapan personel yang memiliki kompetensi penerbangan militer sesuai kebutuhan organisasi ke depan.