Jakarta, 16 Juli 2026 – Presiden Asian Sepaktakraw Federation (ASTAF) yang juga Sekretaris Jenderal International Sepaktakraw Federation (ISTAF), Datuk Abdul Halim Kader BBM, resmi membuka Diklat Wasit Sepak Takraw Nasional yang diselenggarakan Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB PSTI) di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Kamis (16/7/2026).

Kehadiran pimpinan tertinggi federasi sepak takraw Asia dan dunia menandai kuatnya dukungan internasional terhadap upaya PB PSTI mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia perwasitan Indonesia.

PB PSTI menggelar pendidikan dan pelatihan tersebut untuk mencetak wasit profesional yang menguasai regulasi internasional, menjunjung integritas, serta mampu memimpin pertandingan secara objektif.

Diklat berlangsung selama lima hari dengan melibatkan peserta dari berbagai provinsi sebagai bagian dari program regenerasi dan pemerataan kualitas perwasitan nasional.

Dalam sambutannya, Datuk Abdul Halim Kader menjelaskan pelaksanaan diklat merupakan tindak lanjut hasil pertemuan antara PB PSTI dan ASTAF sekitar tiga bulan sebelumnya.

Menurutnya, realisasi program tersebut membuktikan keseriusan PB PSTI menjalankan agenda pembinaan secara terencana dan berkelanjutan.

Ia menilai organisasi tidak hanya menyusun program, tetapi juga mampu mewujudkannya menjadi langkah konkret bagi kemajuan sepak takraw Indonesia.

“Pelatihan khusus selama lima hari di Jakarta ini merupakan hasil dari pertemuan antara PB PSTI dengan ASTAF tiga bulan lalu. Ini menunjukkan kepemimpinan PB PSTI yang tidak hanya menyusun program, tetapi juga mampu merealisasikannya sebagai bentuk tanggung jawab dalam mengembangkan olahraga sepak takraw,” ujar Datuk Abdul Halim Kader.

Selain itu, Datuk Abdul Halim mengapresiasi kebijakan PB PSTI yang melibatkan peserta dari berbagai provinsi dalam pelatihan tersebut.

Ia menilai langkah tersebut memperluas kesempatan pembinaan sekaligus mempercepat pemerataan kualitas wasit di seluruh Indonesia.

Menurutnya, pemerataan kompetensi akan memperkuat fondasi penyelenggaraan kompetisi nasional sekaligus meningkatkan kesiapan Indonesia menghadapi agenda internasional.

Integritas Menjadi Syarat Utama Wasit

Datuk Abdul Halim menegaskan kemampuan memahami peraturan belum cukup untuk menjadi seorang wasit berkelas internasional.

Ia menekankan setiap wasit harus menjaga tanggung jawab, integritas, profesionalisme, dan independensi dalam setiap pertandingan.

Keempat aspek tersebut, menurutnya, menjadi fondasi utama dalam menjaga kredibilitas hasil pertandingan sekaligus kepercayaan seluruh pemangku kepentingan.

“Yang paling penting, seorang wasit harus memiliki tanggung jawab, integritas, dan komitmen dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan aturan permainan. Profesionalisme dan independensi merupakan fondasi utama dalam menjaga kualitas pertandingan,” tegasnya.

Ia berharap seluruh peserta mampu memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan ASTAF dan ISTAF setelah menyelesaikan pendidikan tersebut.

Dengan kompetensi itu, para peserta diharapkan siap memimpin berbagai kejuaraan mulai November 2026 sesuai kebutuhan organisasi.

Dukungan Internasional Perkuat Pembinaan PB PSTI

Pembukaan diklat oleh Presiden ASTAF sekaligus Sekretaris Jenderal ISTAF memperlihatkan eratnya sinergi antara federasi internasional dengan PB PSTI.

Dukungan tersebut memperkuat upaya Indonesia meningkatkan kualitas perangkat pertandingan melalui sistem pembinaan yang terukur dan berstandar internasional.

PB PSTI memandang kualitas wasit sebagai salah satu pilar penting dalam membangun kompetisi yang adil, profesional, dan berintegritas.

Karena itu, organisasi terus memperluas kerja sama dengan ASTAF dan ISTAF untuk memperbarui kompetensi, regulasi, serta standar perwasitan.

Langkah tersebut juga memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara yang berperan penting dalam perkembangan sepak takraw dunia.

Melalui diklat nasional ini, PB PSTI menargetkan lahirnya generasi baru wasit yang kompeten, berkarakter, dan siap mengemban tugas pada berbagai kejuaraan regional maupun internasional.

Keberhasilan program tersebut diharapkan semakin meningkatkan kepercayaan federasi internasional terhadap kualitas perwasitan Indonesia sekaligus mendukung prestasi sepak takraw nasional di masa depan.