(Diksiber ID)—Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Provinsi Fujian, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), menyepakati percepatan penyusunan daftar proyek dan sektor prioritas sebagai dasar implementasi kerja sama Two Countries Twin Parks (TCTP). Kesepakatan tersebut bertujuan memperkuat perdagangan, investasi, dan pengembangan kawasan industri melalui proyek-proyek yang lebih konkret dan sesuai dengan kebutuhan kedua negara.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Wakil Gubernur Provinsi Fujian H.E. Zhao Zenglian membahas kesepakatan tersebut dalam pertemuan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (21/7/2026).
“Sesuai arahan Presiden, pemerintah mempercepat pengembangan KEK Industropolis Batang sebagai Shenzhen-nya Indonesia melalui implementasi proyek-proyek konkret,” ujar Airlangga.
Airlangga mengungkapkan, bahwa implementasi TCTP akan memperkuat kerja sama ekonomi Indonesia dan RRT melalui peningkatan perdagangan, investasi, serta pengembangan kawasan industri.
Selain itu, Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Fujian yang terus mendorong percepatan implementasi program tersebut.
Indonesia dan Fujian Percepat Implementasi TCTP
Indonesia dan RRT telah membangun kerja sama antarkawasan ekonomi dan industri, pemerintah daerah, serta pelaku usaha melalui program TCTP. Hingga saat ini, kedua negara telah menandatangani 30 nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan estimasi nilai investasi mencapai sekitar Rp37,1 triliun.
Kedua pihak juga sepakat menyusun langkah tindak lanjut yang terukur. Pemerintah Indonesia akan memasukkan hasil pembahasan dalam pertemuan tersebut ke dalam masterplan implementasi TCTP sebagai pedoman pelaksanaan program pada tahap berikutnya.
Kami siap bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia untuk mendorong pengembangan kawasan melalui program TCTP serta mengidentifikasi sektor-sektor prioritas yang akan kami kembangkan bersama,” kata Wakil Gubernur Zhao Zenglian.
Kedua Negara Perkuat Ekosistem Investasi
Indonesia dan Provinsi Fujian terus memperkuat ekosistem pendukung TCTP dengan meningkatkan fasilitasi perdagangan, memperkuat koordinasi kepabeanan, memperlancar arus barang, dan memperluas akses pasar. Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif sekaligus meningkatkan daya tarik investasi di kawasan TCTP.
Menutup pertemuan, Zhao Zenglian mewakili Pemerintah RRT dan Pemerintah Provinsi Fujian menyampaikan undangan resmi kepada Menko Airlangga untuk menghadiri China International Fair for Investment and Trade (CIFIT) di Kota Xiamen pada 8 September 2026.
Pameran tersebut, menjadi ajang investasi internasional terbesar di dunia yang berfokus pada promosi investasi dua arah dan perdagangan global.
“Kami siap bersama Pemerintah Indonesia mendorong implementasi TCTP agar memberikan manfaat nyata bagi kedua negara,” pungkas Wakil Gubernur Zhao Zenglian.