(Diksiber Jakarta) – Anggota Komisi I DPR RI, Junico Siahaan, mengatakan Bulan Bung Karno merupakan momentum untuk mengenang sekaligus mengamalkan nilai-nilai perjuangan Ir. Soekarno, seperti nasionalisme, gotong royong, persatuan, dan keberpihakan kepada rakyat kecil.

Menurut politikus PDI Perjuangan yang akrab disapa Nico itu, bulan Juni memiliki makna historis bagi bangsa Indonesia dan keluarga besar PDI Perjuangan. Pada bulan tersebut diperingati Hari Lahir Pancasila (1 Juni), Hari Lahir Bung Karno (6 Juni), serta wafatnya Proklamator RI Ir. Soekarno (21 Juni).

“Karena itu, bulan Juni ditetapkan sebagai Bulan Bung Karno sebagai momentum untuk mengenang, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai perjuangan yang diwariskan Bung Karno,” kata Nico dalam keterangannya.

Warisan Pemikiran Bung Karno

Nico menuturkan, Bung Karno tidak hanya dikenal sebagai Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia dan penggali Pancasila, tetapi juga sebagai tokoh yang meletakkan fondasi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menurutnya, gagasan Bung Karno mengenai kemandirian bangsa, keadilan sosial, persatuan nasional, serta keberpihakan kepada kaum marhaen tetap relevan dalam pembangunan Indonesia hingga saat ini.

Ia menambahkan, PDI Perjuangan sebagai partai ideologis terus berupaya mengaktualisasikan nilai-nilai tersebut melalui semangat gotong royong, pengabdian kepada rakyat, dan keberpihakan kepada wong cilik.

Beragam Kegiatan Sosial di 11 Kecamatan

Dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno 2026, Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kota Bandung menggelar berbagai kegiatan sosial, kebudayaan, olahraga rakyat, doa bersama, santunan, hingga bakti sosial di 11 kecamatan.

Nico menjelaskan, rangkaian kegiatan tersebut bertujuan mengenang perjuangan Bung Karno, mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, memperkuat semangat gotong royong, meningkatkan kepedulian sosial, serta mempererat hubungan antara kader PDI Perjuangan dengan masyarakat.

Wujud Kepedulian kepada Masyarakat

Berbagai kegiatan yang digelar meliputi pembagian paket sembako, santunan bagi anak yatim, pembagian minyak goreng dan susu, olahraga rakyat, serta pelestarian seni dan budaya.

Menurut Nico, kegiatan tersebut menjadi implementasi nyata nilai gotong royong dan keberpihakan kepada masyarakat sebagaimana diajarkan Bung Karno.

“Selain memperkuat solidaritas sosial, kegiatan ini juga menjadi media untuk mempererat hubungan antara PDI Perjuangan dengan masyarakat melalui semangat kebersamaan, kekeluargaan, dan pengabdian kepada rakyat,” ujarnya.