JAKARTA — TNI mengerahkan kekuatan udara untuk memperkuat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan. Langkah ini melibatkan kementerian dan lembaga terkait melalui desk gabungan yang mulai menjalankan operasi pada 18 Oktober 2026.

Pemerintah menyampaikan langkah tersebut dalam konferensi pers di Posko Terpadu Operasi Modifikasi Cuaca, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (21/10/2026).

Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, menjelaskan bahwa desk gabungan tersebut terbentuk atas direktif Presiden. Tim ini melibatkan TNI, BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kehutanan, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Setelah menjalani persiapan singkat, tim gabungan langsung mengoperasikan misi modifikasi cuaca di dua provinsi sejak 18 Oktober 2026.

“Atas direktif dari Presiden itu, minggu lalu di Mabes TNI Cilangkap dibentuklah Desk Gabungan ini beranggotakan TNI, BMKG, BNPB, Kementerian Kehutanan, dan BRIN. Dengan melakukan persiapan singkat efektif mulai tanggal 18 Oktober kemarin operasi ini sudah berjalan di dua provinsi,” ujar Budi.

Tiga Pesawat CASA Dukung Operasi di Sumatera Selatan

Wakil Ketua Desk Terpadu Operasi Modifikasi Cuaca, Marsda TNI Erson Sinaga, mengungkapkan bahwa TNI telah menempatkan tiga pesawat CASA di Sumatera Selatan untuk mendukung penanganan karhutla.

Pesawat tersebut menjalankan misi penyemaian bahan untuk modifikasi cuaca, yakni dry ice dan garam. Selain itu, TNI juga mengerahkan unsur udara untuk melaksanakan patroli di wilayah operasi.

“Untuk wilayah Sumatera Selatan, kekuatan pesawat kita dalam rangka penanggulangan Karhutla, untuk pesawat Casa, kita sudah menempatkan tiga pesawat Casa. Untuk misi OMC, operasi modifikasi cuaca, yaitu berupa penyemaian dry ice dan juga penyemaian garam. Kemudian juga misi yang berikutnya yaitu melaksanakan patroli, patroli udara,” kata Erson.

Pengerahan pesawat tersebut memperkuat dukungan operasional TNI terhadap upaya penanggulangan karhutla. Melalui penyemaian bahan modifikasi cuaca, tim gabungan berupaya mendukung pelaksanaan operasi sesuai kondisi atmosfer dan kebutuhan wilayah sasaran.

Perkuat Dukungan Udara di Kalimantan

Selain Sumatera Selatan, TNI juga menyiapkan dukungan udara untuk penanganan karhutla di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Erson menyampaikan bahwa tiga pesawat TNI turut mendukung operasi di wilayah Kalimantan tersebut. Pengerahan unsur udara ini menjadi bagian dari koordinasi lintas instansi untuk memperkuat pelaksanaan OMC.

Sinergi TNI, BMKG, BNPB, Kementerian Kehutanan, dan BRIN menjadi bagian penting dalam pelaksanaan operasi. Setiap unsur mendukung upaya penanganan karhutla sesuai tugas dan kapasitas masing-masing.

Melalui pengerahan kekuatan udara dan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca, pemerintah memperkuat langkah penanganan karhutla di wilayah terdampak. Namun, keberhasilan operasi tetap bergantung pada kondisi cuaca, pemantauan lapangan, serta koordinasi berkelanjutan antarlembaga.

Autentikasi:
Kabidpenum Puspen TNI
Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi