Kota Bekasi – Seorang perempuan berinisial MV kembali menjadi sorotan warga di wilayah Bekasi setelah muncul berbagai keluhan dan dugaan tindakan yang dinilai meresahkan lingkungan sekitar. Keresahan tersebut disampaikan langsung oleh pihak keluarga yang mengaku sudah tidak sanggup lagi menanggung dampak sosial akibat berbagai persoalan yang dikaitkan dengan MV.
Salah satu anggota keluarga mengungkapkan bahwa dalam beberapa waktu terakhir, RT dan RW setempat sempat mendatangi lingkungan rumah untuk mencari informasi terkait keberadaan MV setelah adanya laporan aktivitas mencurigakan pada dini hari.
“Warga sempat datang mencari tahu karena ada rekaman CCTV yang memperlihatkan motor dia mondar-mandir sekitar jam tiga pagi di area kampung,” ujarnya saat diwawancarai.
Menurut keluarga, keresahan warga bukan terjadi satu kali. MV disebut beberapa kali menjadi perbincangan di media sosial maupun lingkungan sekitar akibat dugaan keterlibatan dalam sejumlah persoalan, mulai dari dugaan penipuan hingga pencurian telepon genggam di beberapa lokasi di wilayah Rawalumbu dan sekitarnya.
Adapun lokasi yang disebut oleh pihak keluarga dan warga antara lain kawasan kos Greenhouse Rawalumbu, Idolmart Rawalumbu, Alfamart, hingga toko penyewaan mainan di kawasan Galaxy. Meski demikian, seluruh informasi tersebut masih berupa pengakuan dan keterangan dari pihak keluarga serta warga sekitar.
“Kami mendengar laporan dari warga dan beberapa kejadian juga sempat viral sebelumnya,” katanya.
Pihak keluarga juga mengaku khawatir lantaran MV disebut kerap menggunakan rekening milik orang tua untuk meminta transfer uang kepada kerabat dengan berbagai alasan. Mereka takut hal tersebut dapat menimbulkan persoalan hukum maupun kesalahpahaman terhadap keluarga besar.
Selain itu, keluarga juga menyinggung adanya dugaan aktivitas penyebaran konten pribadi tidak senonoh kepada sejumlah pria dengan motif ekonomi. Dugaan tersebut, menurut keluarga, diduga berkaitan dengan upaya memperoleh uang untuk kebutuhan tertentu, termasuk aktivitas judi online. Namun demikian, hingga kini belum ada keterangan resmi maupun proses hukum terkait dugaan tersebut.
“Yang kami takutkan nama orang tua ikut terbawa. Karena rekening atas nama orang tua,” ucapnya.
Keluarga mengaku kondisi di rumah juga mulai terganggu akibat konflik berkepanjangan. Mereka menyebut orang tua yang sudah lanjut usia menjadi ikut terdampak secara mental dan emosional.
“Kami sebenarnya berharap dia berubah. Tapi sekarang keluarga hanya ingin situasi kembali tenang dan tidak ada lagi korban atau masalah baru,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait berbagai dugaan yang diarahkan kepada MV. Pihak keluarga mengaku siap menunjukkan bukti pendukung seperti rekaman CCTV dan dokumentasi lain apabila diperlukan dalam proses hukum lebih lanjut.
