Jakarta – Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 pada 12–14 Juni 2026 di Novotel Jakarta Pulomas. Mengusung tema “Transformasi Ekonomi Nasional Dalam Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto”, Rakernas ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mempertegas dukungan terhadap agenda transformasi ekonomi nasional yang tengah dijalankan pemerintah.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Ketua Dewan Pembina GEKIRA, Hashim S. Djojohadikusumo, dan dihadiri Ketua Umum GEKIRA Nikson Silalahi, jajaran pengurus pusat, kader dari 32 provinsi, para menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan BUMN, hingga tokoh-tokoh nasional.
Ketua Panitia menyampaikan bahwa kehadiran peserta dari 32 provinsi menjadi bukti kuat antusiasme kader dalam memperkuat posisi GEKIRA sebagai bagian integral dari keluarga besar Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).
Dalam forum Rakernas ini, para pimpinan organisasi menegaskan bahwa GEKIRA tidak hanya berfokus pada penguatan internal, tetapi juga mengambil peran aktif dalam mengawal dan mendukung berbagai kebijakan strategis pemerintah, khususnya di sektor ekonomi, energi, pangan, dan pemberdayaan masyarakat.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti seminar nasional dengan menghadirkan sejumlah pejabat negara dan pemangku kepentingan.
Hari pertama difokuskan pada pembahasan kemandirian energi nasional dan pembangunan permukiman ramah lingkungan berbasis energi hijau, sementara hari kedua menyoroti ketahanan pangan, penguatan UMKM, koperasi, serta kontribusi BUMN dalam menjaga stabilitas energi nasional.
Selain seminar, Rakernas juga menjadi forum pengambilan keputusan strategis melalui sidang pleno yang membahas arah program kerja organisasi ke depan.
Bendahara Umum Pimpinan Pusat GEKIRA, Impos Tampubolon, dalam keterangannya menegaskan dukungan penuh terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai memiliki dampak besar bagi masyarakat, khususnya kelompok ekonomi rentan.
“Program MBG sangat dibutuhkan rakyat Indonesia, terutama masyarakat di daerah dengan keterbatasan akses pemenuhan gizi. Mungkin masih ada kekurangan, tetapi manfaatnya sangat besar bagi masyarakat,” ujar Impos.
Ia juga menyoroti langkah pemerintah dalam memperbaiki tata kelola sumber daya alam, termasuk sektor pertambangan dan kawasan hutan, guna menghentikan kebocoran yang selama ini merugikan negara.
Menurut Impos, kebijakan Presiden yang berpihak pada kepentingan nasional tentu akan menghadapi berbagai tantangan dan resistensi dari pihak-pihak yang selama ini diuntungkan oleh sistem lama.
“Kami mengajak seluruh kader Gerindra dan GEKIRA untuk terus menyuarakan kebenaran dan mendukung program-program baik Presiden Prabowo Subianto demi kepentingan rakyat dan bangsa,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Impos juga mengungkapkan capaian penting organisasi, yakni persiapan kepemilikan kantor permanen GEKIRA yang diwujudkan melalui semangat gotong royong kader, pengurus, dan simpatisan.
Rakernas GEKIRA 2026 akan ditutup pada 14 Juni 2026 dengan agenda field trip dan ibadah outdoor, sebagai simbol kebersamaan dan penguatan spiritualitas kader.
Melalui Rakernas ini, GEKIRA berharap dapat memperkuat soliditas organisasi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi percepatan transformasi ekonomi nasional, terutama dalam sektor energi, pangan, koperasi, UMKM, dan pembangunan berkelanjutan yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
