Jakarta, – Industri taman rekreasi dan hiburan di Indonesia dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan yang sangat besar. Melalui penyelenggaraan FUN ASIA EXPO INDONESIA, para pelaku industri terus berupaya membangun kolaborasi, menghadirkan inovasi, serta memperluas pasar agar sektor rekreasi dan pariwisata nasional semakin berkembang dan mampu bersaing di tingkat internasional (5/8/2026).
Direksi Utama FUN Asia EXPO Indonesia, Rachmat Sutiono, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan FUN ASIA EXPO berawal dari sebuah gagasan yang lahir pada tahun 1997. Saat itu, industri taman rekreasi di Indonesia masih tergolong kecil sehingga diperlukan sebuah wadah yang mampu mempertemukan para pelaku usaha untuk bersama-sama memperbesar pasar, bukan saling memperebutkan pangsa yang terbatas.
“Ketika pertama kali kami menggagas kegiatan ini pada tahun 1997, tujuan utamanya adalah memperluas industri. Saat itu industrinya masih kecil dan kami tidak ingin para pelaku usaha hanya berebut pasar yang sempit. Kami ingin menciptakan ruang agar industri ini berkembang sehingga semua pelaku usaha memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh,” ujar Rachmat dalam wawancara dengan awak media.
Menurutnya, perjalanan FUN ASIA EXPO tidak selalu berjalan mulus. Berbagai tantangan pernah dihadapi, mulai dari krisis ekonomi tahun 1998 hingga pandemi COVID-19 yang sempat menghentikan penyelenggaraan pameran selama beberapa tahun.
“Kami sempat mengalami hambatan akibat krisis ekonomi tahun 1998. Setelah itu acara kembali berjalan secara rutin setiap dua tahun sekali. Namun pandemi COVID-19 membuat penyelenggaraan kembali terhenti. Kini kami bersyukur dapat kembali melaksanakan FUN ASIA EXPO secara rutin setiap dua tahun sebagai ajang pertemuan terbesar bagi industri rekreasi di Indonesia,” jelasnya.
Rachmat menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi luar biasa dalam pengembangan industri taman rekreasi dan pariwisata. Kekayaan alam, budaya, serta karakter masyarakat yang beragam menjadi modal besar untuk menciptakan berbagai destinasi wisata yang menarik.
“Potensi Indonesia sangat besar. Industri ini sangat luas. Kita melihat perkembangan destinasi wisata di berbagai daerah begitu pesat. Memang saat ini banyak yang berkembang pada sektor wisata alam dan wisata maritim, namun pertumbuhannya sangat menggembirakan dan menunjukkan bahwa industri ini memiliki masa depan yang cerah,” katanya.
Ia juga menilai bahwa perubahan gaya hidup masyarakat membuat aktivitas berwisata kini telah menjadi bagian dari kebutuhan. Pertumbuhan wisatawan domestik menjadi faktor utama yang mendorong perkembangan industri rekreasi nasional.
“Pariwisata sekarang bukan lagi sekadar mengandalkan wisatawan mancanegara. Justru masyarakat Indonesia sendiri menjadi pasar yang sangat besar. Berlibur telah menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat sehingga permintaan terhadap fasilitas hiburan dan rekreasi akan terus meningkat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Rachmat berharap Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi produk-produk rekreasi dari luar negeri, tetapi juga mampu menjadi produsen berbagai peralatan dan teknologi pendukung industri hiburan.
“Harapan kami ke depan, semakin banyak pengusaha Indonesia yang membangun industri di sektor ini. Dengan begitu kita tidak perlu terus bergantung pada produk impor. Indonesia memiliki potensi besar untuk memproduksi sendiri berbagai kebutuhan industri taman rekreasi dan hiburan,” tegasnya.
Mengenai tren industri saat ini, Rachmat mengatakan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap hiburan terus berkembang. Karakter masyarakat di setiap daerah memang berbeda-beda, namun memiliki kesamaan dalam mencari pengalaman rekreasi yang berkualitas.
“Setiap daerah memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda. Namun intinya masyarakat saat ini semakin membutuhkan hiburan. Bahkan ketika kondisi ekonomi menghadapi tantangan, orang tetap berusaha menyisihkan waktu untuk berlibur selama memiliki kemampuan. Hal ini menjadi peluang besar bagi pertumbuhan industri rekreasi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa perkembangan industri taman rekreasi saat ini masih banyak terkonsentrasi di kota-kota besar karena dipengaruhi oleh tingkat pendapatan masyarakat. Meski demikian, seiring meningkatnya pembangunan daerah dan pertumbuhan ekonomi, peluang pengembangan destinasi rekreasi di berbagai wilayah Indonesia diyakini akan semakin besar.
Melalui penyelenggaraan FUN ASIA EXPO Indonesia, Rachmat berharap seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, investor, pelaku usaha, hingga produsen lokal dapat terus bersinergi dalam membangun industri taman rekreasi yang modern, inovatif, dan berdaya saing. Dengan kolaborasi yang kuat, Indonesia diyakini mampu menjadi salah satu pusat pertumbuhan industri rekreasi dan pariwisata terbesar di kawasan Asia.
.