Senggi – Kepala Suku Besar Senggi, Matias Mangu, mengajak masyarakat Papua mengecam pembunuhan warga sipil di Kabupaten Yahukimo. Seruan itu ia sampaikan saat membagikan bantuan bahan pokok kepada warga kurang mampu di Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, Papua, Jumat (31/7/2026).
Matias Mangu menilai pembunuhan terhadap warga sipil mencederai nilai kemanusiaan, perdamaian, dan persaudaraan yang selama ini masyarakat Papua junjung tinggi.
Menurutnya, setiap pihak harus menghormati hak hidup warga sipil dan mengedepankan penyelesaian masalah melalui cara damai.
Pada saat bersamaan, Matias Mangu menyalurkan paket sembako kepada warga yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat.
Ia menegaskan aksi kemanusiaan tersebut mencerminkan semangat saling membantu sekaligus memperkuat solidaritas di tengah masyarakat.
“Hari ini kita berbagi kasih melalui program pemberian sembako untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang berkekurangan. Namun, hati kita juga berduka atas peristiwa di Yahukimo,” kata Matias Mangu.
Ia melanjutkan, “Saya mengajak seluruh warga Senggi dan Papua pada umumnya untuk bersatu mengecam pembunuhan warga sipil di sana. Kekerasan bukanlah solusi.”
Matias Mangu menilai persatuan masyarakat menjadi kunci menjaga keamanan dan kedamaian di Papua.
Ajak Warga Jaga Persatuan
Selain menyalurkan bantuan, Matias Mangu mengimbau masyarakat tetap tenang serta menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.
Ia juga meminta warga tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya dan tidak terpancing isu yang berpotensi memecah persatuan.
Menurutnya, masyarakat harus memperkuat kebersamaan agar situasi keamanan tetap kondusif.
Matias Mangu menyatakan dukungan terhadap langkah aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus pembunuhan warga sipil di Yahukimo.
Ia berharap aparat mengungkap pelaku secara profesional serta menegakkan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, Matias Mangu memastikan masyarakat Senggi terus menjaga keamanan wilayah adat melalui semangat persaudaraan dan gotong royong.
“Kami akan menjaga Senggi tetap aman. Masyarakat harus terus hidup rukun dan tidak memberi ruang bagi tindakan yang merusak kedamaian,” ujarnya.
Warga menyambut kegiatan sosial tersebut dengan antusias dan mengapresiasi kepedulian Matias Mangu terhadap masyarakat.
Mereka menilai pembagian sembako membantu memenuhi kebutuhan pokok sekaligus mempererat hubungan antara pemimpin adat dan masyarakat.
Melalui kegiatan itu, Matias Mangu tidak hanya mengajak masyarakat memperkuat kepedulian sosial, tetapi juga menyerukan persatuan serta penolakan terhadap segala bentuk kekerasan yang mengancam keselamatan warga sipil dan kedamaian di Papua.