Selain fokus pada peningkatan kinerja internal, perusahaan juga memperluas penguatan kemitraan dengan petani plasma dan pelaksanaan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Berbagai pelatihan teknis budidaya dan pembinaan manajemen terus dilakukan untuk meningkatkan kapasitas petani sekaligus memperkuat rantai pasok sawit yang berkelanjutan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari peta jalan transformasi PalmCo hingga 2029 yang berorientasi pada peningkatan produktivitas, efisiensi biaya operasional, dan penguatan aspek keberlanjutan.

Ke depan, PalmCo berencana memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), guna mendukung pengembangan sektor sawit nasional yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.

Jatmiko menegaskan bahwa peningkatan produktivitas yang dicapai perusahaan tidak hanya berkaitan dengan efisiensi bisnis semata, tetapi juga mencerminkan perubahan budaya kerja yang lebih adaptif dan kolaboratif.

Produktivitas yang meningkat bukan semata hasil efisiensi, tetapi juga cerminan dari perubahan budaya kerja yang lebih adaptif dan kolaboratif. Kami ingin memastikan pertumbuhan bisnis berjalan seiring dengan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Dengan tren kinerja yang terus membaik, PTPN IV PalmCo mempertegas posisinya sebagai salah satu pelaku utama industri sawit nasional yang berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, pemberdayaan masyarakat, dan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.