(Diksiber Jakarta) – Maxim Indonesia menandatangani nota kesepahaman dengan Yayasan Cheshire Indonesia sebagai bagian dari upaya memperluas kesempatan kerja dan mendorong kemandirian ekonomi penyandang disabilitas fisik. Kerja sama tersebut menjadi langkah nyata dalam menciptakan ekosistem ekonomi digital yang lebih inklusif di tengah masih rendahnya tingkat partisipasi angkatan kerja penyandang disabilitas di Indonesia.

Development Director Maxim Indonesia, Dirhamsyah, mengatakan kerja sama tersebut bertujuan membuka lebih banyak peluang bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan potensi dan hidup secara mandiri.

“Melalui kerja sama ini, kami ingin membuka lebih banyak kesempatan bagi penyandang disabilitas agar dapat hidup mandiri dan mengembangkan potensi yang dimiliki,” kata Dirhamsyah kepada wartawan di Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Dukung Mobilitas dan Kesempatan Kerja

Sebagai bagian dari kolaborasi tersebut, Maxim memberikan saldo perjalanan senilai Rp18 juta kepada Yayasan Cheshire Indonesia untuk mendukung mobilitas para penerima manfaat yayasan.

Selain bantuan transportasi, Maxim juga menghadirkan program bebas komisi bagi penyandang disabilitas yang bergabung sebagai mitra pengemudi. Melalui program ini, seluruh pendapatan yang diperoleh mitra dapat diterima secara penuh tanpa potongan komisi.

Tak hanya itu, para mitra pengemudi difabel juga mendapatkan perlindungan sosial melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang ditanggung tanpa biaya.

Dirhamsyah menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menghadirkan kesempatan yang setara bagi semua kalangan.

“Program bebas komisi dan perlindungan sosial merupakan bentuk investasi kami dalam menciptakan kesempatan yang setara di tengah perkembangan ekonomi digital,” ujarnya.

Hadirkan Kendaraan Ramah Difabel

Dalam acara penandatanganan nota kesepahaman, Maxim turut memperkenalkan kendaraan yang telah dimodifikasi untuk mendukung kebutuhan pengemudi penyandang disabilitas.

Modifikasi tersebut mencakup penyesuaian pedal gas dan rem pada kendaraan roda empat, serta penyesuaian tempat duduk pada kendaraan roda dua agar lebih nyaman dan aman digunakan oleh pengemudi difabel.

Sebelumnya, Maxim juga telah menghadirkan sejumlah fitur aksesibilitas di aplikasinya. Fitur tersebut meliputi dukungan TalkBack bagi pengguna tunanetra, fitur percakapan untuk penumpang dengan hambatan pendengaran, serta notifikasi khusus kepada pengemudi ketika penumpang membutuhkan bantuan tambahan.

Tantangan Penyandang Disabilitas di Dunia Kerja

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai sekitar 22,97 juta jiwa atau sekitar 8,5 persen dari total populasi nasional.

Namun, tingkat partisipasi angkatan kerja penyandang disabilitas masih berada di angka 44 persen, jauh di bawah rata-rata nasional yang mencapai 69 persen. Tingkat kemiskinan kelompok ini juga tercatat sebesar 11,42 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 8,57 persen.

Dari 720.748 penyandang disabilitas yang bekerja, sekitar 75 persen masih berada di sektor informal dan hanya 2,8 persen yang memiliki pendidikan tinggi.

Perluas Akses dan Kemandirian

Ketua Yayasan Cheshire Indonesia, Janthy Nihardjo, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, kerja sama dengan Maxim akan membantu memperluas akses mobilitas sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi penyandang disabilitas.

“Kerja sama ini sangat berarti karena membuka akses yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk bermobilitas, bekerja, dan hidup mandiri. Kami sangat mengapresiasi komitmen Maxim dalam menghadirkan peluang yang lebih inklusif bagi semua,” ucap Janthy.

Melalui kerja sama ini, Maxim dan Yayasan Cheshire Indonesia berharap semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk bekerja, meningkatkan kesejahteraan, serta berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan ekonomi nasional. [nfl]