KOTA BEKASI – Sekretaris LSM GMBI Distrik Kota Bekasi, Asep Sukarya, menilai meningkatnya perhatian publik terhadap jajaran direksi Perumda Tirta Patriot merupakan hal yang wajar. Menurutnya, hal itu tidak terlepas dari perubahan besar skala operasional perusahaan pasca akuisisi PDAM Bhagasasi.
Hal tersebut disampaikan Asep saat ditemui di Sekretariat LSM GMBI, Jalan Rawa Semut, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Senin (09/02/26).
Asep menjelaskan, sebelum akuisisi pada 2023, Perumda Tirta Patriot yang berdiri sejak 2006 hanya melayani sekitar 45 ribu pelanggan dengan total penyertaan modal selama 17 tahun sebesar kurang lebih Rp250 miliar. Namun setelah akuisisi, jumlah pelanggan melonjak menjadi sekitar 110 ribu sambungan, atau meningkat sekitar 150 persen, belum termasuk Cabang Poncol dan Pondok Ungu.
“Kondisi itu otomatis berdampak pada kebutuhan tambahan penyertaan modal. Skala pelayanannya berubah signifikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebutuhan investasi juga berkaitan langsung dengan kondisi infrastruktur air bersih di Kota Bekasi yang sebagian besar sudah berusia tua. Asep menyebut, layanan air pam di wilayah Rawa Tembaga telah beroperasi sejak awal 1980-an, sehingga jaringan pipa dan sarana pendukungnya sudah uzur dan membutuhkan pembaruan besar-besaran.
“Ini bukan persoalan baru. Infrastruktur lama tentu perlu perhatian dan dukungan investasi dari Pemerintah Kota Bekasi,” tegasnya.
Terkait bangunan Cabang Poncol yang disebut lenyap, Asep menyatakan Perumda Tirta Patriot hingga kini belum mengetahui detail persoalan tersebut karena unit itu belum diserahterimakan oleh pihak PDAM Bhagasasi.
Dalam aspek tata kelola, Asep menegaskan bahwa Perumda Tirta Patriot secara rutin diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Setiap temuan, kata dia, akan ditindaklanjuti dan dilaporkan melalui mekanisme resmi.
Selain itu, jajaran direksi juga wajib menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) setiap tahun sebagai bentuk transparansi kepada publik.
“Kami mengajak masyarakat Kota Bekasi, khususnya pelanggan Perumda Tirta Patriot, agar bijak menyikapi informasi yang beredar dan tetap berpegang pada data serta mekanisme pengawasan yang ada,” tutupnya.
