Jakarta — Di tengah ritme tugas menjaga keamanan ibu kota, jajaran Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya memilih berhenti sejenak untuk memperkuat sisi batin. Ramadan dimaknai bukan sekadar rutinitas, tapi momentum mempertebal iman.

Bertempat di Masjid At-Taubah, Kwitang, Kamis (19/3/2026) pagi, personel menggelar tadarus Al-Qur’an. Kegiatan diawali dengan salat sunnah berjamaah, lalu dilanjutkan pembacaan Al-Qur’an yang dipimpin Ipda Nurali.

Dengan metode satu orang satu juz, para personel bergantian membaca hingga menuntaskan Juz 19 Surah Al-Furqan sampai Juz 23 Surah Yasin. Suasana hening dan khidmat menyelimuti masjid, kontras dengan dinamika tugas di luar.
Bagi Brimob, ini bukan sekadar kegiatan keagamaan. Ini adalah cara menjaga keseimbangan—antara ketegasan di lapangan dan ketenangan dalam jiwa.

Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto menegaskan, penguatan spiritual menjadi fondasi penting bagi setiap anggota.
“Ramadan adalah waktu terbaik untuk membentuk karakter. Dengan iman yang kuat, personel diharapkan tetap humanis, disiplin, dan profesional saat menjalankan tugas,” tegasnya.

Pesan yang dibawa sederhana, tapi kuat: aparat bukan hanya soal kewenangan, tapi juga keteladanan.
Melalui tadarus ini, Brimob seolah ingin menunjukkan bahwa kekuatan sejati tidak hanya terletak pada fisik dan strategi, melainkan juga pada nilai dan keimanan. Di bulan suci ini, keduanya berjalan beriringan.