Jakarta — Satuan Brimob Polda Metro Jaya menyiagakan 11 Satuan Setingkat Kompi (SSK) atau sekitar 880 personel untuk mengamankan aksi unjuk rasa di sejumlah kawasan strategis Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Pengamanan menyasar kawasan Monas, Bundaran Hotel Indonesia (HI), serta sejumlah ruas jalan di Jakarta Pusat yang menjadi titik kegiatan masyarakat.
Brimob menyiapkan kendaraan taktis, patroli, dan tim drone untuk memantau perkembangan situasi dari berbagai titik selama aksi berlangsung.
Personel juga disiapkan sebagai kekuatan pendukung apabila situasi berkembang dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Langkah tersebut bertujuan menjaga keamanan, mengantisipasi gangguan ketertiban, serta memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan di tengah berlangsungnya penyampaian aspirasi.
Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol Henik Maryanto mengatakan pengerahan personel merupakan bagian dari kesiapsiagaan Polri dalam memberikan pelayanan pengamanan.
“Kami mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam memberikan pelayanan pengamanan,” kata Henik.
Menurut Henik, personel mendapat arahan untuk menjaga situasi tetap kondusif sekaligus menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat.
Utamakan Pendekatan Persuasif
Henik mengatakan jajaran Brimob terus melakukan koordinasi dan pemantauan untuk mengantisipasi potensi gangguan sejak dini.
“Kami mengajak seluruh peserta aksi untuk menyampaikan aspirasi secara tertib, damai, dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan keamanan selama penyampaian aspirasi membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, termasuk peserta aksi dan masyarakat.
Polri juga mengimbau masyarakat tetap tenang serta tidak menyebarkan atau mempercayai informasi yang belum terverifikasi selama kegiatan berlangsung.
Masyarakat yang membutuhkan bantuan atau informasi terkait keamanan dapat menghubungi layanan Polisi 110.
Satuan Brimob Polda Metro Jaya bersama jajaran kepolisian lainnya akan terus memantau situasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban Jakarta.