Jakarta – Cendekiawan kristen yang terhimpun di Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) dijadwalkan menggelar Kongres VII di Jakarta, pada 30 April hingga 2 Mei mendatang.
Selama tiga hari Kongres PIKI akan mengelaborasi buah pikir dari para cendekiawan kristen dalam merespon sejumlah isu nasional terkini, meliputi ketahanan pangan, lingkungan, dan kecerdasan buatan.
Salah satu agenda yang ditetapkan pada Kongres VII PIKI adalah pemilihan Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal untuk masa bakti lima tahun ke depan. Dari sejumlah nama yang meramaikan bursa pencalonan Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal, muncul dua sosok pemikir ulung yang telah lama malang melintang di dunia aktivisme dan profesional. Kedua nama tersebut adalah Dr. Michael Wattimena, S.E., S.H., M.M, dan Pdt. Penrad Siagian, S.Th. M.Si. Teol.
Bertempat di Student Center, Salemba 10, Jakarta (25/4), keduanya bersinergi dan mendeklarasikan diri untuk maju dalam bursa pencalonan Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal PIKI, masa bakti 2026-2031. Mereka diperkenalkan langsung kepada jurnalis oleh moderator acara, Dr. Sherly Wattimena.
Sherly lalu menjelaskan di dunia profesional nama Michael Wattimena atau yang akrab disapa dengan sebutan Bung Michael Wattimena (BMW), pernah mengemban amanat rakyat selama dua periode sebagai Anggota DPR-RI mewakili Fraksi Demokrat. Saat ini BMW tengah dipercaya sebagai Tenaga Ahli Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, sekaligus menjabat sebagai Komisaris Pertamina International Shipping.
Besar di lingkungan aktivis, BMW dilahirkan dari rahim Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dan selama dua periode pernah memangku jabatan sebagai Ketua Umum Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia. (GAMKI). Di masa kepemimpinannya sebagai Ketua Umum GAMKI pula, ia pernah menerbitkan buku berjudul “Meretas Ketertinggalan Daerah Kepulauan” sebagai buah dari ikhtiarnya dalam menjawab pelbagai persoalan masyarakat Indonesia yang hidup di daerah pesisir dan pelosok kepulauan Indonesia.
Sementara itu Pendeta Penrad Siagian memiliki latar belakang yang tak kalah mentereng dengan pasangannya. Saat ini ia mewakili Provinsi Sumatra Utara sebagai Anggota DPD/MPR-RI. Di tahun 2015 sampai 2020, pendeta utusan Sinode GBKP ini juga pernah mengemban tugas sebagai salah satu Ketua Bidang di Dewan Pimpinan Pusat PIKI.
“PIKI memainkan peran krusial di tengah bangsa Indonesia, sejak 19 Desember 1964. Dan peranan krusial itu membutuhkan orang-orang yang secara intelektual untuk membangun bangsa ini,” ujar Sherly.
Michael Wattimena membuka sambutannya dengan ajakan mengucap syukur atas kebaikan Tuhan terhadap bangsa Indonesia, di mana turbulensi politik dan ekonomi yang terjadi imbas dari perang AS dan Iran masih bisa ditanggulangi secara bijaksana oleh pemerintah.
“Walaupun kondisi turbulensi baik itu politik, ekonomi, dan keamanan yang mengalami distorsi yang luar biasa akibat (blokade) Selat Hormuz, tetapi kondisi kita masih bisa tetap survive. Bisa kita lihat pada hari ini, di mana kita sudah bisa swasembada beras dan menjaga stabilitas harga bahan bakar subsidi,” ujar Anggota Dewan Pakar PIKI, itu.
Sembari mengapresiasi kepemimpinan DPP PIKI periode 2021-2026 yang akan memasuki pengujung masa tugas, BMW mengutarakan dirinya bersama Penrad Siagian sepakat untuk mendorong peran intelegensia Kristen di tengah masyarakat sembari terus mengembangkan pemikiran dan ajaran kristiani dalam konteks ilmiah.
“Pada dimensi masyarakat dan negara kita juga harus mengedepankan peran menjaga persatuan dan kesatuan, mendorong kesejahteraan dan keadilan sosial. Dan yang berikut, memberdayakan anggota PIKI dalam pengembangan diri dan pelayanan,” jelas BMW.
Lebih lanjut dirinya mengurai, cendekiawan Kristen akan didorong untuk terlibat secara aktif dalam menyumbangkan pemikiran mereka. Contohnya, mendorong keterlibatan para pemikir Kristen melalui Prolegnas (Program Legislasi Nasional), baik melalui kajian, seminar, webinar, maupun diskusi.
Senada dengan BMW, Penrad Siagian menambahkan PIKI selaku organisasi memiliki ciri yang pembeda dengan ormas Kristen lainnya. Menurutnya PIKI merupakan organisasi yang terstandar secara kepakaran maupun akademis, sehingga mampu memainkan peran yang amat strategis sebagai mitra berpikir bagi lembaga eksekutif maupun yudikatif dalam perumusan kebijakan nasional.
Ia juga mengutarakan kesamaan visi dan misi yang dimilikinya bersama dengan BMW memantapkan tekad keduanya dalam membawa PIKI kembali ke “fitrahnya”, selama lima tahun ke depan.
Penrad lalu mengulas kembali rekam jejak perjalanan bangsa Indonesia, di mana banyak pemikir Kristen yang dilibatkan baik secara pemikiran dan kepakaran guna menentukan arah kebijakan bangsa. Oleh karenanya, lanjut Penrad, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk merangkul banyak pemikir Kristen dalam sebuah wadah perjuangan bersama.
“Banyak kader dan pemikir Kristen yang berkualitas bahkan melampaui intelektual yang ada, namun mereka belum memiliki rumah yang menaungi pemikiran dan perjuangan mereka,” ujar penrad
Mengusung tagline “BMW- PS For PIKI”, keduanya juga bersepakat untuk mengembalikan kedudukan Sekretariat PIKI ke Salemba 10, sebagai bentuk penguatan sinergitas dengan lembaga Kristen lainnya, seperti PGI.
“Kami mohon doa dan dukungan dari teman-teman semua,” ujar BMW bersama PS.
