Jakarta, – Angkatan Muda Koperasi Indonesia (AMKI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) VIII Tahun 2026, pada hari Rabu (29/7/2026) bertempat Swiss Bell Hotel Cawang Jakarta,dengan mengusung tema “Koperasi Maju, Indonesia Maju Menuju Ekonomi Kerakyatan.” Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi generasi muda untuk memperkuat peran koperasi sebagai pilar utama pembangunan ekonomi nasional yang berkeadilan dan berpihak kepada rakyat.
Ketua Umum AMKI, Frans Penggabean, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sejak berdiri pada tahun 2020, AMKI terus berkomitmen mengabdikan diri kepada masyarakat melalui berbagai program sosialisasi, edukasi, serta penguatan gerakan koperasi di seluruh Indonesia.
“Selama kurang lebih enam tahun berdiri, AMKI telah melakukan berbagai pengabdian kepada masyarakat. Fokus kami adalah membangun kesadaran bahwa koperasi merupakan instrumen penting dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat dan memperkuat ekonomi nasional,” ujar Frans.
Menurutnya, selama bertahun-tahun koperasi belum memperoleh tempat yang semestinya di tengah masyarakat. Bahkan, masih banyak yang memandang koperasi hanya sebagai lembaga ekonomi tradisional yang kurang berkembang. Namun, kondisi tersebut kini mulai berubah.
“Kami merasa bersyukur karena saat ini koperasi mendapat perhatian dan keberpihakan yang nyata dari pemerintah. Kehadiran Menteri Koperasi serta berbagai kebijakan strategis menunjukkan bahwa koperasi kini menjadi salah satu prioritas pembangunan ekonomi Indonesia,” katanya.
Frans juga mengapresiasi lahirnya berbagai program strategis nasional, khususnya pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang dinilai menjadi tonggak kebangkitan koperasi sebagai penggerak ekonomi kerakyatan hingga ke tingkat desa.
Dalam kesempatan tersebut, AMKI juga memperkenalkan jajaran pakar dan tokoh yang akan memperkuat organisasi dalam merumuskan berbagai terobosan baru demi kemajuan koperasi Indonesia.
“Kami ingin membangun kolaborasi yang kuat dengan para akademisi, praktisi, dan seluruh pemangku kepentingan. Kehadiran para pakar akan memperkuat gagasan serta melahirkan inovasi agar koperasi mampu menjawab tantangan zaman dan mengikuti perkembangan ekonomi modern,” jelasnya.
Frans menegaskan bahwa AMKI sengaja menghadirkan berbagai narasumber yang kritis terhadap perkembangan koperasi agar lahir diskusi yang konstruktif serta menghasilkan rekomendasi nyata bagi pemerintah dan gerakan koperasi nasional.
Ia juga menyoroti pentingnya membangun ekosistem yang terintegrasi antara koperasi dengan berbagai program prioritas nasional, seperti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, sinergi tersebut akan menciptakan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat sekaligus memperkuat kebangkitan ekonomi berbasis koperasi.
“Kita harus mampu menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat sehingga mereka memahami bahwa seluruh program ini merupakan bagian dari sebuah ekosistem besar untuk membangun kesejahteraan rakyat. Jika seluruh elemen bergerak bersama, maka koperasi akan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan Indonesia,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Frans berharap Rakernas VIII AMKI menjadi momentum lahirnya berbagai rekomendasi strategis yang mampu memperkuat peran koperasi dalam mendukung visi Indonesia maju.
“Mudah-mudahan apa yang kita kerjakan hari ini menjadi berkah, membawa manfaat bagi masyarakat, serta menjadi langkah nyata untuk memajukan koperasi, memperkuat ekonomi kerakyatan, dan mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera,” pungkasnya.