Jakarta, – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 pada 23–24 Juni 2026 di Jakarta dengan mengusung tema “Pemerintah Bersih, Buruh Sejahtera”. Agenda nasional ini menjadi momentum strategis bagi gerakan buruh untuk memperkuat konsolidasi organisasi, menyikapi dinamika politik nasional, sekaligus merumuskan arah perjuangan pekerja ke depan.

Rakernas dibuka langsung oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal.

Dalam sambutannya, Said Iqbal menegaskan bahwa Rakernas kali ini menjadi titik penting dalam memperkuat soliditas gerakan buruh nasional, khususnya dalam memperjuangkan hak-hak pekerja di tengah tantangan ekonomi dan perubahan regulasi ketenagakerjaan.

“Rakernas ini bukan hanya forum konsolidasi, tetapi juga ruang strategis untuk menyatukan langkah perjuangan buruh demi mewujudkan kesejahteraan yang lebih adil dan merata,” ujar Said Iqbal.

Berbagai isu strategis menjadi fokus pembahasan, mulai dari upah layak, jaminan sosial, perlindungan pekerja kontrak dan outsourcing, hingga kesiapan organisasi menuju Kongres KSPI 2027. Selain itu, Rakernas juga menjadi wadah memperkuat sinergi antar federasi afiliasi, seperti Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Serikat Pekerja Nasional (SPN), dan elemen serikat pekerja lainnya.

Turut hadir dalam Rakernas, Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli yang menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan serikat pekerja guna menciptakan hubungan industrial yang harmonis, adil, dan berkelanjutan.

“Kebijakan ketenagakerjaan harus mampu menjawab tantangan transformasi digital serta dinamika ekonomi global agar pekerja Indonesia tetap kompetitif dan terlindungi,” ujar Yassierli.

Sementara itu, Wakil Kepala Kepolisian RI Dedi Prasetyo menegaskan komitmen Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional guna mendukung terciptanya iklim ketenagakerjaan yang kondusif. Ia juga menyoroti pentingnya komunikasi yang sehat antara serikat pekerja dan aparat dalam setiap proses penyampaian aspirasi.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, dalam kesempatan yang sama menekankan pentingnya persatuan gerakan buruh nasional. Menurutnya, kolaborasi antarorganisasi pekerja akan menjadi kekuatan besar dalam memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada kaum buruh.

Dari unsur legislatif, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan komitmen parlemen untuk terus mengawal regulasi ketenagakerjaan agar tetap berpihak kepada pekerja tanpa mengesampingkan keberlangsungan investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Rakernas KSPI 2026 diharapkan mampu menghasilkan berbagai rekomendasi kebijakan yang konstruktif, memperkuat dialog tripartit antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja, serta menjadi landasan penting dalam membangun masa depan dunia kerja Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan berdaya saing.