Jakarta, – PT Provident Investasi Bersama Tbk () menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), serta Public Expose pada Rabu (17/6/2026), sebagai bentuk transparansi perusahaan kepada para pemegang saham, investor, analis, dan publik.

Dalam pemaparannya, Rina Lie Corporate Secretary menyampaikan bahwa agenda Public Expose hari ini berfokus pada tiga poin utama, yakni kinerja perseroan, kinerja keuangan, serta sesi tanya jawab.

Rina menjelaskan bahwa perseroan terus menerapkan pendekatan strategis dalam pengembangan investasi, khususnya di sektor sumber daya alam yang menjadi salah satu pilar utama bisnis perusahaan.

Keberhasilan investasi pada sektor teknologi dan telekomunikasi pada tahun 2025 menjadi fondasi kuat bagi perseroan untuk terus mengoptimalkan peluang di sektor lainnya.

Menurutnya, sektor sumber daya alam, terutama emas dan nikel, memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang yang sangat menjanjikan. Hal ini didukung oleh tingginya permintaan global serta sejalan dengan arah transformasi ekonomi Indonesia menuju hilirisasi dan energi berkelanjutan.

“Perseroan tetap menjaga fleksibilitas untuk mengembangkan investasi strategis baru yang bernilai tambah, sekaligus memperkuat kualitas portofolio dengan fundamental usaha yang solid, prospek pertumbuhan menarik, serta potensi pendapatan berkelanjutan,” ujar Rina.

Selain itu, perseroan juga terus mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam setiap proses investasi, guna menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat serta lingkungan.

Per 31 Maret 2026, mayoritas portofolio investasi perseroan masih didominasi oleh saham pada perusahaan terbuka, khususnya di sektor pertambangan strategis.

Dari sisi pendanaan, Provident juga menunjukkan agresivitas ekspansi melalui penerbitan obligasi berkelanjutan sepanjang 2025 hingga 2026, dengan total nilai mencapai lebih dari Rp1,3 triliun, sebagai bagian dari strategi penguatan struktur permodalan.

Pada aspek kinerja keuangan, perseroan mencatatkan lonjakan signifikan. Hingga 31 Maret 2026, keuntungan neto atas investasi saham dan efek lainnya mencapai Rp2,4 triliun, meningkat tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatatkan kerugian sebesar Rp1,3 triliun.
Laba periode berjalan juga melonjak menjadi Rp2,32 triliun, berbalik dari posisi rugi Rp1,42 triliun pada kuartal pertama 2025. Sementara itu, total aset perseroan tumbuh menjadi Rp11,54 triliun, naik 25,6 persen dibandingkan posisi akhir 2025.

Kinerja positif ini turut memperkuat ekuitas perseroan yang mencapai Rp8,26 triliun, meningkat 39,1 persen dibandingkan posisi 31 Desember 2025.

Pencapaian ini menjadi sinyal kuat bahwa PT Provident Investasi Bersama Tbk berhasil menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika ekonomi global, sekaligus mempertegas komitmennya dalam membangun portofolio investasi yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.

Public Expose kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab bersama investor dan peserta yang hadir, sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keterbukaan informasi dan tata kelola perusahaan yang baik.