(Diksiber Jakarta) – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) harus menjadi pelaku utama sekaligus pihak yang menikmati hasil pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut Muhaimin, Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian besar agar pertumbuhan ekonomi nasional tidak hanya menjadi angka statistik semata, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pelaku usaha kecil dan menengah di seluruh Indonesia.

“Bapak Presiden dan Pemerintah hari ini tidak ingin pertumbuhan ekonomi ini hanya menjadi kebanggaan pertumbuhan tetapi tidak dirasakan oleh UMKM kita. Keberpihakan Pemerintah sebagai regulator, sebagai pencipta ekosistem dan juga bagian dari menciptakan kapasitas akses-akses dari seluruh upaya kita mewujudkan pelaku usaha baru,” kata pria yang akrab disapa Cak Imin itu dalam keterangannya, kamis (11/6/2026).

Dorong Ekonomi Berkeadilan

Cak Imin menjelaskan bahwa pemerintah terus menghadirkan berbagai kebijakan yang bertujuan menciptakan sistem ekonomi yang lebih sehat, inklusif, dan berkeadilan. Salah satu langkah terbaru adalah penerbitan Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2026 yang mempertahankan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Final sebesar 0,5 persen bagi UMKM yang memenuhi kriteria.

Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap pelaku usaha kecil agar memiliki ruang lebih luas untuk berkembang.

“Itu ekonomi yang berkeadilan, yang kaya semakin kena pajak banyak, yang kecil semakin kena pajak yang kecil. Jadi tepuk tangan untuk Presiden Prabowo,” ujarnya.

Ia menilai kebijakan tersebut akan membantu jutaan pelaku UMKM mengurangi beban usaha sehingga dapat lebih fokus meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, dan membuka lapangan kerja baru.

Bangun Ekosistem yang Menguntungkan Semua Pihak

Lebih lanjut, Cak Imin menegaskan bahwa pemerintah tengah membangun ekosistem ekonomi yang memungkinkan usaha besar dan usaha kecil tumbuh secara bersamaan. Berbagai kebijakan, termasuk penguatan hilirisasi dan optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam nasional, diarahkan agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Pemerintah jangan sampai membiarkan yang untung malah negara lain di dalam memanfaatkan sumber daya alam yang dimilikinya,” ucapnya.

Ia optimistis pola pembangunan ekonomi yang sedang dijalankan akan menciptakan ekosistem yang lebih adil, di mana pelaku UMKM dapat ikut menikmati manfaat dari pengelolaan kekayaan alam Indonesia.

“Insya Allah dengan pola ini maka terbangun ekosistem ekonomi yang berkeadilan dan yang besar semakin besar, yang kecil akan menjadi bagian ikut menikmati kekayaan alam kita dalam terbangunnya ekosistem UMKM yang berbasis kekayaan sumber daya alam kita,” lanjut Muhaimin.

Wirausaha Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi

Dalam kesempatan tersebut, Cak Imin juga mengajak generasi muda untuk menjadikan kewirausahaan sebagai bagian dari gerakan pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, semakin banyak wirausaha yang lahir, semakin besar pula peluang terciptanya lapangan kerja dan semakin kuat ketahanan ekonomi nasional.

Ia mengapresiasi berbagai langkah pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan, pendampingan, serta pengembangan kapasitas bagi UMKM dan wirausaha muda agar mampu bersaing dan berkembang secara berkelanjutan.

Di tengah dinamika ekonomi global yang masih berlangsung, Muhaimin optimistis UMKM Indonesia akan semakin kuat dan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

“Insya Allah kita lihat 1-2 tahun ke depan UMKM kita akan kuat akan tumbuh dan menjadi pelaku utama dari pertumbuhan ekonomi dari 5,6 persen itu,” tutur dia.

Menutup sambutannya, Muhaimin menegaskan bahwa UMKM harus menjadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi sekaligus pihak yang menikmati hasil pembangunan nasional.

“Selamat Hari Kewirausahaan Nasional, selamat untuk pelaku UMKM, selamat untuk seluruh pejabat dan ekosistem yang terlibat menumbuh kembangkan ekonomi nasional kita. UMKM harus menjadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi sekaligus yang menikmati hasil pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya. [nfl]